Bisnis Kripto Keluarga Trump Raup Pendapatan Rp 2,7 Triliun
Bisnis mata uang kripto milik keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump diproyeksikan menghasilkan pendapatan hampir US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun pada tahun ini.
Pendapatan besar tersebut berasal dari bisnis stablecoin yang dijalankan oleh World Liberty Financial Inc., perusahaan yang didirikan Trump bersama putra-putranya.
>>> Liverpool Bidik Penyerang Baru Jelang Jendela Transfer Musim Panas
Proyeksi ini terungkap berdasarkan analisis Bloomberg terhadap laporan keuangan dan pengungkapan publik World Liberty Financial, seperti dilansir Investor Daily pada Sabtu (6/6).
Kemitraan dengan Binance Jadi Mesin Keuntungan
Sumber pendapatan utama World Liberty berasal dari penerbitan token USD1 yang dipatok dengan dolar AS sejak Maret 2025.
Sebagian besar token USD1 disimpan di bursa kripto Binance, sehingga hubungan promosi keduanya menjadi mesin utama keuntungan bagi keluarga Trump.
Kemitraan strategis ini menarik perhatian karena terjalin setelah Trump memberikan pengampunan kepada salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao, yang sempat dipenjara akibat kasus anti-pencucian uang.
>>> Psikolog: Bermain Sambil Belajar Dukung Tumbuh Kembang Anak
Saat ini, bisnis stablecoin World Liberty memiliki valuasi sekitar US$ 1,7 miliar.
Ditambah kepemilikan saham senilai US$ 630 juta, total nilai aset perusahaan mencapai US$ 2,6 miliar.
Keunggulan kompetitif token USD1 didorong oleh insentif bagi pengguna Binance, seperti pemberian token WLFI gratis dan nol biaya transaksi untuk pasangan mata uang tertentu.
Peluncuran USD1 pada Maret 2025 bertepatan dengan upaya administrasi Trump dalam menyusun "Genius Act", undang-undang yang menyediakan kerangka regulasi bagi penerbitan stablecoin di AS.
>>> Menteri ATR BPN Ajak Masyarakat Segera Sertipikatkan Tanah Wakaf
Dinamika ini menempatkan bisnis keluarga kepresidenan di persimpangan antara inovasi teknologi finansial dan pengawasan regulasi pemerintah.
Update Terbaru
Lego Rilis Set X-Files: Kantor Mulder dan UFO dalam Satu Paket
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Blizzard Rilis Patch Baru Heroes of the Storm, Warganet Terkejut Game Ini Masih Didukung
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Hunter Goodman Incaran Sejumlah Kontestan Playoff MLB
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Oregon Tengah yang Meluas hingga Ribuan Hektare
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Venezuela Mulai Rekonstruksi Perumahan Pasca Gempa di La Guaira
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Trailer Captain Tsubasa 2: World Fighters Perkenalkan Tim Korea Selatan
Rabu / 22-07-2026, 07:45 WIB
California Percepat Mitigasi Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Pemotongan Dana
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Little League Diskualifikasi Tim Softball Tulsa karena Pelanggaran Eligibilitas
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Daftar Harga HP Samsung Baru dan Bekas per Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Diskon 50% Tiket MotoGP Mandalika 2026 Khusus Warga NTB, Mulai Rp200 Ribu
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS Skema B
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Jeana Keough Tak Bisa Makan Dua Pekan Akibat Kanker Lidah
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Danny Trejo Tak Terduga Bertemu Keponakan di TMZ Brunch Bus
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Satu Pemain Argentina Tak Balik Badan, Hormati Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB







