>>> Heru Gundul Alami Pembengkakan Mata 18 Jam Akibat Semburan Bisa Kobra

Resep Berdasarkan Penilaian Konsumen

Sebelum resmi beroperasi, Denis dan istrinya meluangkan waktu dua minggu untuk riset rasa. Targetnya menciptakan menu ayam pop yang sesuai dengan selera pengunjung Blok M.

Evaluasi rasa terus berlanjut setelah gerai dibuka. Sepanjang bulan pertama, mereka konsisten meminta umpan balik langsung dari konsumen.

"Lebih penting selera pelanggan dibandingkan selera kita berdua. Dalam satu bulan itu kita baru dapat resep yang benar-benar cocok dengan masyarakat Blok M," ujarnya.

Daya Tarik Estetika untuk Generasi Muda

Denis mencermati bahwa mayoritas pengunjung Blok M adalah generasi muda. Sekte Ayam Pop dikonsep dengan visual menarik namun tetap menyajikan porsi yang mengenyangkan.

Menurutnya, banyak konsumen masa kini yang memburu makanan lezat sekaligus bernilai estetis untuk diunggah ke media sosial.

"Saya gabungkan, ceweknya bisa posting di media sosial tapi cowoknya tetap bisa makan kenyang karena makan nasi Padang," kata Denis.

Ayam Pop Jadi Menu Paling Diburu

Pada awal berdiri, gerai ini hanya mengandalkan ayam pop sebagai menu tunggal. Kini, pilihan hidangan bertambah dengan menu rendang, barendo, hingga perkedel fusion yang mengadaptasi koroke khas Jepang.

Meski variasi semakin beragam, ayam pop tetap menjadi produk paling banyak dipesan. "Balik lagi, 90 persen pelanggan kita belinya ayam pop," tutur Denis.

Harga satu porsi makanan mulai dari Rp 37.000 untuk varian ayam pop hingga Rp 47.000 untuk paket menu Senior.

>>> Studi Ungkap Anak Cerdas Butuh Kelas Khusus Demi Masa Depan

Setiap porsi disajikan dengan nasi putih, lauk utama, sambal, dan daun singkong goreng yang renyah.