Kawasan Blok M Hub kini memiliki tenant kuliner baru bernama Sekte Ayam Pop.

Di balik kepopulerannya, bisnis ini lahir dari perjuangan pasangan suami istri yang memulai dari nol akibat ketidakpastian ekonomi.

>>> Pemerintah Percepat Program Strategis Sektor Riil untuk Dorong Ekonomi

Pendiri Sekte Ayam Pop, Denis Yudistira, merintis usaha ini setelah kehilangan pekerjaan. Bersama istrinya, ia mencari peluang ekonomi dan menemukan kios kosong di Blok M Hub.

Tanpa membuang waktu, keduanya merancang konsep bisnis dan berhasil membuka gerai dalam waktu singkat. Kunci perkembangan bisnis ini adalah keterbukaan terhadap evaluasi dan masukan dari pembeli.

Sekte Ayam Pop mulai beroperasi pada tahun 2024. Denis mengaku sempat mengalami PHK sebelum akhirnya terjun ke bisnis kuliner.

"Dalam setahun itu saya sempat kena PHK. Saya sama istri berusaha kira-kira apa yang bisa menghasilkan," ujar Denis.

Persiapan Kilat Tiga Minggu

Setelah mengamankan kios, Denis langsung mematangkan rencana bisnis. Proses riset pasar, pematangan konsep, hingga penataan gerai diselesaikan dalam waktu terbatas.

Denis mengungkapkan bahwa saat menyewa tempat, mereka belum menentukan jenis makanan yang akan dijual. "Ketika pertama kali buka pun kita belum tahu sebenarnya mau buka apa.

Dalam tiga minggu akhirnya kita opening secara langsung," katanya.

Strategi Identitas Merek Jangka Panjang

Visi Denis dalam membangun bisnis ini berorientasi jangka panjang. Pemilihan kata "Sekte" sengaja dilakukan sebagai fondasi untuk rencana ekspansi merek ke depannya.

Ia menyadari dinamika industri kuliner yang cepat dan dinamis. "Makanya saya kuatin nama Sekte-nya.

Jadi ke depannya bisa dipakai untuk Sekte A, Sekte B, Sekte C ketika branding-nya sudah kuat," jelasnya.