Pemerintah berkomitmen mempercepat berbagai program strategis di sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penguatan sektor riil perlu menjadi fokus utama. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih solid, tetapi percepatan program tetap diperlukan.

>>> Heru Gundul Alami Pembengkakan Mata 18 Jam Akibat Semburan Bisa Kobra

"Pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat," ujarnya usai rapat koordinasi ekonomi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan otoritas fiskal. Prasetyo menjelaskan percepatan akan difokuskan pada sektor prioritas.

"Terutama program-program di bidang pangan, energi, program-program di bidang perikanan, termasuk industrialisasi dan hilirisasi," katanya.

Prasetyo menambahkan hasil pemantauan indikator ekonomi menunjukkan kondisi fundamental Indonesia masih cukup kuat. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, otoritas moneter, dan fiskal.

Sinergi antarlembaga, seperti yang difasilitasi DPR hari ini, menjadi kunci menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

>>> Studi Ungkap Anak Cerdas Butuh Kelas Khusus Demi Masa Depan

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat dan intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi," sebutnya.

Rapat koordinasi dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Selain Prasetyo, hadir Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal.

Prasetyo berharap semua pihak tetap optimis menjalankan tugas masing-masing.

>>> USK Mulai Verifikasi Calon Penerima KIP Kuliah SNBT 2026

"Dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi tetap kuat, tetap tumbuh, dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," pungkasnya.