Indonesian Basketball League (IBL) menerapkan regulasi baru pada fase krusial musim ini.

Format babak semifinal dan final yang sebelumnya menggunakan sistem best-of-three kini resmi diubah menjadi best-of-five.

>>> New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA

Langkah baru ini diambil sebagai bagian dari inovasi jangka panjang yang bertujuan mendongkrak mutu persaingan serta memperkuat ekosistem bola basket di tanah air.

Alasan Perubahan Format

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menjelaskan bahwa perubahan format pertandingan tersebut telah melalui kajian mendalam dari berbagai indikator dalam beberapa musim terakhir.

“Alhamdulillah, dengan format atau inovasi tahun ini, di mana semifinal dan final menjadi best-of-five dari sebelumnya best-of-three,” jelas Junas saat ditemui awak media di Banding Arema, Jumat (5/6/2026) malam.

“Ini bukan hanya rencana dari musim lalu, tetapi sudah kami siapkan sejak beberapa musim sebelumnya,” lanjutnya.

Peningkatan mutu pertandingan serta pertumbuhan kuantitas penonton di arena menjadi faktor utama di balik keputusan ini.

Manajemen liga melihat adanya tren positif dari aspek kompetisi maupun kehadiran suporter langsung.

“Kalau kualitas pertandingan terus meningkat dan attendance penonton di kandang juga naik, itu menjadi indikator jumlah game layak ditambah,” tegas Junas.

Kebijakan ini juga berkaca pada jalannya kompetisi musim lalu, saat fase semifinal berlangsung sengit dan hampir seluruh rangkaian laga harus dituntaskan sampai game ketiga.

“Semifinal tahun lalu hampir semua sampai game ketiga. Itu menunjukkan kompetisinya sudah cukup kompetitif dan layak dicoba dengan format best of five,” kata Junas.

Dampak Positif bagi Klub dan Penonton

Animo tinggi dari publik terhadap skema baru langsung terlihat pada partai pembuka semifinal yang mempertemukan Satria Muda Pertamina Bandung melawan Bogor Hornbills di Bandung Arena.