Bahaya Terselubung Baterai KW pada Mobil Hybrid

Penggunaan baterai non-original atau palsu (KW) pada mobil hybrid tidak selalu langsung membuat kendaraan rusak.
Namun, komponen tersebut dapat mengganggu performa sistem hybrid dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di SUGBK, Emil Audero Jadi Bintang
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengungkapkan bahwa kasus baterai KW masih sering ditemukan pada mobil hybrid yang masuk bengkel spesialis.
Baterai non-original biasanya dipakai untuk mengganti beberapa sel yang rusak agar biaya perbaikan lebih murah.
Sebagai contoh, satu paket baterai Toyota Camry Hybrid terdiri dari 34 sel yang bekerja bersamaan.
Jika ada lima sel KW, hal itu bisa memengaruhi kesehatan baterai meski hanya beberapa persen.
Karakter Baterai KW Tidak Sama dengan Original
Menurut Yogig, masalah utama bukan pada spesifikasi yang berbeda, melainkan karakter kerja baterai KW yang tidak sama dengan baterai original.
Baterai non-original cenderung lebih cepat terisi penuh saat diisi daya, tetapi juga lebih cepat habis saat digunakan.
Akibatnya, seluruh sel dalam satu paket tidak bekerja seimbang. Kondisi ini kemudian dibaca oleh Battery Management System (BMS), sistem yang memantau kondisi baterai hybrid.
>>> Penyidik OJK Tuntaskan 181 Perkara Sektor Jasa Keuangan hingga Mei 2026
Jika ada satu atau beberapa sel yang lebih dulu penuh, BMS akan menganggap pengisian sudah mencapai batas. Saat pelepasan daya, sistem menyesuaikan kinerja berdasarkan sel yang paling lemah.
Efisiensi BBM Menurun Drastis
Dampak yang paling mudah dirasakan pemilik adalah penurunan efisiensi bahan bakar.
Saat sistem hybrid tidak optimal karena karakter baterai tidak seragam, mesin bensin bekerja lebih sering untuk menggerakkan kendaraan dan mengisi daya.
Yogig mencontohkan, mobil dengan baterai sehat bisa mencapai 18 km per liter. Namun, dengan baterai KW, konsumsi bisa turun menjadi 12 km per liter atau bahkan kurang.
Karena itu, ia menyarankan pemilik mobil hybrid untuk menggunakan baterai original saat mengganti modul baterai.
Meski biaya awal lebih besar, komponen asli lebih aman karena karakter pengisian dan pelepasannya sesuai standar pabrikan.
>>> Atur Posisi Sofa untuk Meningkatkan Kenyamanan Ruang Tamu
Selain menjaga performa sistem hybrid, baterai original juga membantu mempertahankan efisiensi bahan bakar dan kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Update Terbaru
Purbaya Yudhi Sadewa: Persepsi Negatif Ganggu Stabilitas Rupiah
Sabtu / 06-06-2026, 12:44 WIB
OJK Terbitkan Aturan Baru Layanan Pay Later untuk Perusahaan Multifinance
Sabtu / 06-06-2026, 12:44 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Nikah di Madison Square Garden
Sabtu / 06-06-2026, 12:43 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok
Sabtu / 06-06-2026, 12:43 WIB
Okie Agustina Bantah Operasi Plastik, Ungkap Prosedur Perbaikan Gagal Filler
Sabtu / 06-06-2026, 12:42 WIB
Bank Indonesia Akan Naikkan Remunerasi Kas Negara untuk Jaga Beban Utang
Sabtu / 06-06-2026, 12:40 WIB
PT Dan Liris Perkuat Infrastruktur Digital dengan Internet Bisnis dan Netmonk dari Telkom Solution
Sabtu / 06-06-2026, 12:37 WIB
IHSG Ambruk 4,2%, Asing Lepas Saham TPIA dan BBCA Triliunan Rupiah
Sabtu / 06-06-2026, 12:36 WIB
8 Lokasi SPKLU di Jalur Wisata Danau Toba untuk Mobil Listrik
Sabtu / 06-06-2026, 12:36 WIB
Ragnar Oratmangoen Akhiri Paceklik Gol Bersama Timnas Indonesia
Sabtu / 06-06-2026, 12:36 WIB
IHSG Anjlok 35 Persen, Menkeu Sebut Sentimen Negatif Tak Sesuai Fakta
Sabtu / 06-06-2026, 12:32 WIB
Mathew Baker Catat Rekor Pemain Termuda Timnas Indonesia Senior
Sabtu / 06-06-2026, 12:32 WIB
Veda Ega Pratama Posisi Kedua di Practice Moto3 Hungaria
Sabtu / 06-06-2026, 12:32 WIB
Rating TV per Jumat, 6 Juni 2026 Dikuasai Drama Harian, Laga Timor Leste vs Indonesia Puncaki Daftar
Sabtu / 06-06-2026, 12:28 WIB






