Segmen SUV hybrid di Indonesia semakin ramai. Setelah Honda HR-V e:HEV, Mitsubishi XForce Hybrid hadir dengan harga yang hampir setara.

Kedua mobil menawarkan karakter berbeda. Mitsubishi menonjolkan kemampuan di berbagai medan, sementara Honda fokus pada efisiensi bahan bakar.

>>> Saleh Husin Prediksi Lamine Yamal Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Performa dan Mode Berkendara

Mitsubishi XForce Hybrid menggunakan mesin 1.6 liter DOHC 4 silinder dengan motor listrik dan baterai 1,1 kWh.

Mesin bensin menghasilkan 105,5 dk dan torsi 134 Nm, sedangkan motor listrik 114 dk dan torsi 255 Nm.

SUV ini memiliki tujuh mode berkendara: Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Mode, dan Charge Mode. Fitur ini membuatnya fleksibel di berbagai kondisi jalan.

Honda HR-V e:HEV mengusung mesin 1.5 liter i-VTEC Atkinson Cycle dengan motor listrik sebagai penggerak utama.

Mesin bensin 104 dk dan torsi 127 Nm, motor listrik 129 dk dan torsi 253 Nm.

Sistem e:HEV mengadopsi konsep electric-first. Motor listrik menjadi penggerak utama, mesin bensin berfungsi sebagai generator.

Tersedia tiga mode: Eco, Normal, dan Sport.

>>> BAIC T1 Unjuk Kemampuan Parkir Otomatis, Anji hingga Willie Salim Ikut Mencoba

Efisiensi Bahan Bakar

Honda HR-V e:HEV unggul dalam efisiensi, terutama di lalu lintas perkotaan. Sistem hybrid-nya secara otomatis beralih antara EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive.

Mitsubishi XForce Hybrid juga menawarkan efisiensi berkat motor listrik, namun lebih menonjolkan kemampuan off-road ringan.

Perbandingan Harga

Mitsubishi XForce Hybrid dibanderol Rp445 juta (OTR Jabodetabek) untuk satu varian.

Honda HR-V e:HEV mulai Rp449 juta (standar), Rp460,7 juta (Modulo), dan Rp488 juta (RS e:HEV).

Selisih harga hanya sekitar Rp4 juta pada varian terendah. Pilihan tergantung kebutuhan konsumen.

Kesimpulan

Jika menginginkan SUV hybrid yang lincah di berbagai medan, Mitsubishi XForce Hybrid layak dipilih. Namun, bagi pengguna perkotaan yang mengutamakan efisiensi, Honda HR-V e:HEV lebih cocok.

>>> Xiaomi Tambah Varian Ungu pada Bluetooth Speaker C

Keduanya menawarkan pendekatan hybrid yang berbeda. Keputusan terbaik bergantung pada karakter penggunaan dan preferensi pengemudi.