Efek domino yang paling terasa adalah merosotnya efisiensi pemakaian bahan bakar. Mesin bensin dipaksa bekerja lebih intensif karena sistem baterai gagal menyuplai daya motor listrik secara optimal.

Mesin bensin yang menyala terus-menerus bertugas ganda: menggerakkan roda sekaligus memompa daya ke baterai yang tidak seimbang. Intensitas kerja tinggi inilah yang menyebabkan konsumsi BBM melonjak drastis.

Mobil dengan baterai sehat bisa mencapai 18 km per liter, sedangkan dengan baterai KW biasanya kurang dari 12 km per liter.

>>> Korlantas Polri Siap Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni

Langkah terbaik untuk menghindari kerugian jangka panjang adalah tetap memprioritaskan pemasangan komponen orisinal saat memperbaiki modul baterai. Aspek keselamatan dan kesesuaian regulasi voltase dari pabrikan lebih terjamin.