Bank Indonesia dan Pemerintah Sepakat Dua Langkah Perkuat Rupiah
Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah menyepakati dua langkah utama guna memperkuat koordinasi moneter dan fiskal.
Langkah ini diambil untuk menyuntikkan kembali tenaga kepada nilai tukar rupiah yang sedang lesu.
>>> Gappri Desak Kemenkes Tinjau Ulang RPMK Kemasan Seragam Produk Tembakau
Kesepakatan tersebut diumumkan pada Sabtu (6/6/2026).
Langkah pertama adalah mendorong daya tarik imbal hasil aset dalam negeri demi memicu kembalinya aliran modal asing ke pasar domestik.
Data Penilai Harga Efek Indonesia menunjukkan imbal hasil acuan Surat Berharga Negara (SBN) berada di level 6,94 persen.
Angka ini melemah 13,58 persen year-to-date dari posisi awal tahun sebesar 6,11 persen.
Kondisi tersebut memicu penurunan porsi kepemilikan asing di pasar SBN sebesar Rp15,43 triliun sepanjang tahun ini hingga Mei 2026.
Tekanan serupa juga terjadi di pasar saham dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 35,30 persen year-to-date, disertai keluarnya dana asing senilai Rp61,36 triliun.
>>> Penyebab Telinga Berdenging dan Cara Mengatasinya Menurut Medis
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kenaikan bunga luar negeri menyebabkan aliran dana keluar (outflow) di pasar saham, SBN, dan SRBI.
Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil agar inflow kembali masuk dan mendukung stabilitas nilai tukar.
Langkah kedua berfokus pada menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang serta perbankan nasional.
Upaya ini diwujudkan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap dilaksanakan oleh bank sentral, dibarengi dengan peningkatan bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
Melalui mekanisme tersebut, operasi moneter dan fiskal dapat berjalan beriringan dalam menyokong stabilitas rupiah. Perry menegaskan bahwa koordinasi yang sudah kuat selama ini akan terus diperkuat secara berkesinambungan.
Ia menambahkan bahwa langkah ini saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi sesuai dengan dinamika yang ada.
>>> Kemenkeu: Minat Investor terhadap SBN Tetap Terjaga Sepanjang 2026
Perry optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap bagus.
Update Terbaru
Rating TV per Jumat, 6 Juni 2026 Dikuasai Drama Harian, Laga Timor Leste vs Indonesia Puncaki Daftar
Sabtu / 06-06-2026, 12:28 WIB
Jadwal Lengkap MotoGP Hungaria 6-7 Juni 2026 di Sirkuit Balaton Park
Sabtu / 06-06-2026, 12:27 WIB
Warga Purworejo Laporkan Tetangga Pembakar Sampah ke Dinas Lingkungan Hidup
Sabtu / 06-06-2026, 12:27 WIB
Jadwal Lengkap MotoGP Hungaria 6 Juni 2026 di Balaton Park
Sabtu / 06-06-2026, 12:27 WIB
Kisah Denis Yudistira Bangun Sekte Ayam Pop di Blok M Usai PHK
Sabtu / 06-06-2026, 12:24 WIB
Pemerintah Percepat Program Strategis Sektor Riil untuk Dorong Ekonomi
Sabtu / 06-06-2026, 12:24 WIB
Heru Gundul Alami Pembengkakan Mata 18 Jam Akibat Semburan Bisa Kobra
Sabtu / 06-06-2026, 12:24 WIB
Studi Ungkap Anak Cerdas Butuh Kelas Khusus Demi Masa Depan
Sabtu / 06-06-2026, 12:24 WIB
Karl-Anthony Towns Bawa Knicks Unggul 2-0 atas Spurs di Final NBA
Sabtu / 06-06-2026, 12:22 WIB
USK Mulai Verifikasi Calon Penerima KIP Kuliah SNBT 2026
Sabtu / 06-06-2026, 12:22 WIB
Pertamina Geothermal Energy Raih Pendanaan Internasional US$477,87 Juta
Sabtu / 06-06-2026, 12:22 WIB
Atlet Renang Muda Cetak Rekor Nasional Baru di Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Sabtu / 06-06-2026, 12:21 WIB
New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA
Sabtu / 06-06-2026, 12:21 WIB
IBL Ubah Format Semifinal dan Final Jadi Best of Five Musim Ini
Sabtu / 06-06-2026, 12:21 WIB






