Bengkel Spesialis Ungkap Risiko Baterai Imitasi Mobil Hybrid Bekas
Pembeli kendaraan ramah lingkungan bekas perlu mencermati keaslian komponen daya. Maraknya penggunaan modul baterai non-original atau imitasi berdampak buruk pada performa kendaraan.
Penggantian modul baterai rusak secara parsial dengan produk tiruan sering dilakukan pemilik sebelumnya untuk menghemat biaya perawatan jangka pendek.
>>> Auto2000 Siapkan Strategi Baru Hadapi Penutupan Dealer Mobil Jepang
Beberapa produk tiruan memiliki kemiripan identik dengan versi asli pabrikan, seperti pada baterai Toyota Camry Hybrid yang menggunakan daya 7,2 volt dan 6,5 Ah.
"Kalau untuk speknya sih sama, 7,2 volt, 6,5 Ah.
Biasanya ada beberapa bengkel yang main aman, yang penting mobilnya nyala saja," kata Yogig Pramono, Kepala Teknisi Domo Hybrid EV saat ditemui di Jakarta Utara.
Daya tahan komponen tiruan tidak sebanding dengan produk asli karena performanya menurun drastis dalam waktu singkat.
Dalam sebuah kasus, modul pengganti non-original ditemukan mengalami kerusakan total jauh lebih cepat dibandingkan sisa modul asli.
"Waktu kita cek di sini, ternyata baterai yang KW ini sudah drop parah. Kata pemilik sebelumnya cuma tahan sekitar tiga bulan, setelah itu rusak lagi," ujar Yogig.
Penurunan kualitas tersebut memicu kebijakan bengkel spesialis untuk menolak pemasangan suku cadang daya tiruan demi menjaga keamanan operasional jangka panjang.
"Kita cuma berani ganti baterai yang original saja. Kalau diswitch dengan baterai lain yang voltasenya sama atau bentuknya sama, kita tidak berani.
>>> Pedro Acosta Tercepat di Practice MotoGP Hungaria 2026
Main aman saja pakai yang original," kata Yogig.
Keberadaan suku cadang tiruan sulit dideteksi konsumen awam tanpa bantuan ahli karena tidak terlihat dari kondisi fisik luar mobil.
Prosedur pemindaian elektronik standar sering kali gagal mendeteksi ketidakaslian komponen.
"Kalau dilihat sekilas enggak bakal kelihatan ini baterai ori atau KW. Bahkan discan dan dicek voltasenya juga belum tentu ketahuan," kata Yogig.
Satu-satunya metode verifikasi akurat adalah melalui pembongkaran menyeluruh pada kompartemen paket baterai utama.
Perbedaan visual baru terlihat pada aspek warna serta lekukan bentuk fisik karena produsen pihak ketiga tidak mampu meniru detail pabrikan secara sempurna.
"Kalau sudah dibongkar biasanya langsung kelihatan. Ada warna yang beda sendiri, modelnya juga beda.
>>> Wuling Motors Resmi Pasarkan Eksion PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih 1.000 Km
Karena pembuat baterai KW sulit meniru 100 persen seperti aslinya," kata Yogig.
Update Terbaru
Infinix Luncurkan XBook 15, Laptop Premium untuk Mahasiswa dan Profesional Muda
Sabtu / 06-06-2026, 09:13 WIB
Mahasiswa Universitas Mataram Juarai Swift Student Challenge 2026 Apple
Sabtu / 06-06-2026, 09:13 WIB
Anthropic Peringatkan Risiko Kehilangan Kendali Manusia atas Sistem AI
Sabtu / 06-06-2026, 09:13 WIB
Festival BTV Semesta Berpesta Malang 2026 Siap Digelar di Stadion Gajayana
Sabtu / 06-06-2026, 09:13 WIB
Mahasiswa Unram Juara Swift Student Challenge 2026 Berkat Aplikasi Nuramma
Sabtu / 06-06-2026, 09:12 WIB
OJK Catat 15 Perusahaan Antre IPO Rp3,67 Triliun
Sabtu / 06-06-2026, 09:12 WIB
Tiga Siswa MAN IC Sumedang Raih Medali Perunggu di International Youth Summit 2026
Sabtu / 06-06-2026, 09:07 WIB
Stasiun TV Siarkan Haiti vs Peru di Amerika Serikat
Sabtu / 06-06-2026, 09:03 WIB
BYD Indonesia Pamerkan Seni Mobil Mewah Denza di ArtMoments 2026
Sabtu / 06-06-2026, 09:02 WIB
Eagle High Plantations Hapus Rugi Rp3,71 Triliun Lewat Kuasi Reorganisasi
Sabtu / 06-06-2026, 09:01 WIB
Harga Perak Antam 6 Juni 2026 Ambrol ke Level Rp 45.600 per Gram
Sabtu / 06-06-2026, 09:00 WIB
Jadwal Kualifikasi dan Sprint Race MotoGP Hungaria 6 Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 08:57 WIB
Geoffrey Hinton Peringatkan AI Berpotensi Picu Kepunahan Manusia dalam 30 Tahun
Sabtu / 06-06-2026, 08:56 WIB
Adrian Fernandez Diskualifikasi Enam Seri Moto3 2026, Veda Ega Naik Podium
Sabtu / 06-06-2026, 08:48 WIB






