Indonesia dan Tiongkok Sepakat Bangun Ketahanan Bersama Hadapi Transformasi Global
Hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok kini diarahkan untuk membangun ketahanan bersama guna menghadapi transformasi global, mulai dari kecerdasan artifisial hingga ketidakpastian geopolitik.
Hal ini ditekankan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, dalam forum akademis di Renmin University of China pada Kamis, 4 Juni 2026.
>>> Jangan Banyak-Banyak Makan Daging Merah, Begini Efek Buruknya
Kemitraan strategis tersebut dinilai krusial mengingat signifikansi posisi ekonomi kedua negara di kancah global saat ini.
Tiongkok merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, sementara Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN.
Bersama-sama, kedua negara mewakili lebih dari 20 persen populasi dunia dan berkontribusi hampir 20 persen terhadap perekonomian global.
Nilai Perdagangan dan Investasi
Data ekonomi menunjukkan perkembangan kuat dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai kisaran USD 167 miliar pada tahun 2025.
Realisasi investasi Tiongkok di Indonesia juga menyentuh angka sekitar USD 7,5 miliar, menempatkan negara tersebut secara konsisten dalam jajaran tiga investor teratas dalam sepuluh tahun terakhir.
Empat Sektor Prioritas
Arah kerja sama ke depan diproyeksikan akan berfokus pada empat sektor utama, yaitu pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk pembangunan, ketahanan energi, ketahanan pangan, serta sektor pendidikan.
>>> Pedro Acosta Tercepat di Practice MotoGP Hungaria 2026
Langkah ini diperkuat melalui komitmen dialog berkelanjutan yang telah dibangun selama masa kepemimpinan diplomatik.
Djauhari Oratmangun menekankan pentingnya habit of dialogue antara para pemimpin kedua negara.
Menurutnya, selama dialog tetap menjadi kebiasaan, hubungan Indonesia dan Tiongkok akan tetap rasional dalam perbedaan, konstruktif dalam tantangan, dan optimistis terhadap masa depan.
Forum diskusi interaktif tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari kalangan akademisi, peneliti, pengusaha, serta perwakilan institusi keuangan seperti Bank Indonesia di Beijing.
Orientasi akhir dari kerja sama bilateral difokuskan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Teknologi memiliki nilai ketika mampu memperbaiki kehidupan manusia. Pembangunan memiliki makna ketika mampu memperluas kesempatan.
>>> Saham Wall Street Anjlok, Aksi Jual Sektor Teknologi Jadi Biang Kerok
Dan kerja sama akan berhasil ketika mampu melayani kemanusiaan," pungkas Djauhari Oratmangun.
Update Terbaru
Stasiun TV Siarkan Haiti vs Peru di Amerika Serikat
Sabtu / 06-06-2026, 09:03 WIB
BYD Indonesia Pamerkan Seni Mobil Mewah Denza di ArtMoments 2026
Sabtu / 06-06-2026, 09:02 WIB
Eagle High Plantations Hapus Rugi Rp3,71 Triliun Lewat Kuasi Reorganisasi
Sabtu / 06-06-2026, 09:01 WIB
Harga Perak Antam 6 Juni 2026 Ambrol ke Level Rp 45.600 per Gram
Sabtu / 06-06-2026, 09:00 WIB
Jadwal Kualifikasi dan Sprint Race MotoGP Hungaria 6 Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 08:57 WIB
Geoffrey Hinton Peringatkan AI Berpotensi Picu Kepunahan Manusia dalam 30 Tahun
Sabtu / 06-06-2026, 08:56 WIB
Adrian Fernandez Diskualifikasi Enam Seri Moto3 2026, Veda Ega Naik Podium
Sabtu / 06-06-2026, 08:48 WIB
Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 pada FIFA Matchday Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 08:48 WIB
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di FIFA Matchday
Sabtu / 06-06-2026, 08:48 WIB
FIM Diskualifikasi Adrian Fernandez dari Enam Seri Awal Moto3 2026
Sabtu / 06-06-2026, 08:48 WIB
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di FIFA Matchday GBK
Sabtu / 06-06-2026, 08:47 WIB
Harga Emas Antam Jeblok Rp 32.000 Per Gram pada 6 Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 08:47 WIB
Rapor Pemain Timnas Indonesia Usai Tekuk Oman 3-0 di FIFA Matchday
Sabtu / 06-06-2026, 08:47 WIB
Mathew Baker Catat Sejarah sebagai Pemain Termuda Timnas Indonesia Senior
Sabtu / 06-06-2026, 08:44 WIB






