Pasar saham Wall Street mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat (5/6/2026) waktu setempat. Aksi jual besar-besaran melanda saham sektor teknologi dan semikonduktor.

Indeks Nasdaq Composite melemah 4,18% ke level 25.709,43.

>>> Pertamina Terapkan Dual Growth Strategy untuk Ketahanan Energi Nasional

Indeks S&P 500 anjlok 2,64% ke posisi 7.383,74, dan Dow Jones Industrial Average jatuh 695,15 poin atau 1,35% menjadi 50.866,78.

Secara mingguan, S&P 500 menyusut lebih dari 2% dan mencatat pekan negatif pertama dalam 10 minggu terakhir.

Indeks Nasdaq merosot hingga 4,7% dalam sepekan, sedangkan Dow Jones hanya mencatatkan pelemahan tipis.

Sektor Semikonduktor Pemicu Utama

ETF iShares Semiconductor anjlok 10%, menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 2020.

Saham Broadcom merosot hampir 8%, Marvell Technology terjun lebih dari 16%, serta Intel dan AMD masing-masing jatuh sekitar 11%.

Saham Micron Technology, produsen chip memori untuk kecerdasan buatan (AI), juga ikut tertekan sebesar 13%.

Pelaku pasar menilai aksi ambil untung menjadi faktor utama di balik koreksi tajam saham chip yang telah meningkat pesat sepanjang tahun.

"Investor sebenarnya sudah bersiap menekan tombol jual.

>>> Alan Shearer: Inggris Bisa Bersaing di Piala Dunia 2026, Tapi Ada Syaratnya

Jika Anda memegang saham semikonduktor selama dua bulan terakhir, posisi Anda kemungkinan sudah jauh melampaui target alokasi jangka panjang sehingga wajar jika mulai mengambil keuntungan," ujar Chief Market Strategist Nationwide, Mark Hackett.

Sentimen negatif bursa juga dipicu oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS mengenai penambahan nonfarm payrolls sebesar 172 ribu pekerjaan pada Mei.

Angka tersebut berada jauh di atas proyeksi para ekonom yang memperkirakan hanya sebesar 80 ribu pekerjaan.