Analis Pertahankan Rekomendasi Beli Saham PGAS, Target Harga Rp2.300
Kenaikan harga minyak Brent dan porsi pelanggan non-HGBT yang lebih besar diperkirakan mendorong harga jual rata-rata distribusi gas menjadi US$10,4 per mmbtu.
Kondisi ini diproyeksikan mengerek pendapatan distribusi PGAS sebesar 10% secara tahunan menjadi US$3 miliar pada 2026.
>>> Samsung Siapkan Galaxy Z Flip 8 dengan Dua Varian Chipset Berbeda
Namun, spread distribusi diperkirakan menyempit menjadi US$1,7 per mmbtu akibat sebagian kenaikan biaya diteruskan kepada pelanggan.
Anak usaha PGAS di sektor hulu migas, Saka Energi, berpotensi menjadi penyangga kinerja perseroan.
Sekitar 48% pendapatan Saka Energi berasal dari produksi minyak, sehingga diuntungkan dari kenaikan harga minyak global.
Dengan asumsi harga Brent US$85 per barel, kontribusi pendapatan bersih Saka Energi terhadap PGAS pada 2026 diperkirakan meningkat 46% secara tahunan menjadi US$394 juta.
"Meski spread distribusi lebih rendah, dampaknya terhadap laba PGAS relatif berimbang karena ditopang peningkatan kontribusi Saka Energi," tulis Bahana.
Secara keseluruhan, Bahana memperkirakan pendapatan PGAS pada 2026 mencapai sekitar US$4,4 miliar, tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba inti perseroan diproyeksikan naik 3% secara tahunan menjadi US$332 juta.
Untuk jangka pendek, volume distribusi PGAS pada kuartal II/2026 diperkirakan membaik. Normalisasi aktivitas industri pasca-Lebaran dan selesainya pemeliharaan di Blok Jambaran-Tiung Biru menjadi pendorong.
UBS dalam riset terbarunya menyebut kekuatan fundamental bisnis PGAS didukung oleh aset infrastruktur yang dominan.
PGAS mengoperasikan lebih dari 10.000 km pipa hilir, setara 96% dari total jaringan pipa di Indonesia.
Selain itu, PGAS memiliki dua FSRU di Lampung dan Jawa Barat, fasilitas regasifikasi di Arun, serta 12 blok migas di Indonesia dan Amerika Serikat.
Secara keuangan, PGAS memiliki neraca yang sehat dengan posisi net cash yang terus bertambah.
Pada 2025, kas bersih PGAS sebesar US$594 juta, diperkirakan meningkat menjadi US$1,09 miliar pada 2026 dan US$1,40 miliar pada 2027.
>>> Timnas Indonesia Tundukkan Oman Tiga Gol Tanpa Balas di GBK
Dengan posisi arus kas yang semakin sehat, PGAS diharapkan terus menjaga rasio dividen di level tinggi. Pada RUPS terbaru, PGAS mengumumkan pembayaran dividen dengan rasio 80%.
Update Terbaru
Bintang 'Alaskan Bush People' Bear Brown Dapatkan Perintah Perlindungan dari Pria yang Cari Matt
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Brandi Glanville Akui Pernah Pakai Kokain, Anak-anaknya Terlalu 'Membosankan'
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Putri Robert Downey Jr. Dibayar Rp20 Juta untuk Syuting Satu Hari
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Putri Brad Pitt, Vivienne, Ajukan Penghapusan Nama 'Pitt' Secara Hukum
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Oranye dan Suara Mirip Babi
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
5 Bintang Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Nanik Ungkap Tugas Baru dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
Rabu / 22-07-2026, 09:44 WIB
Menteri LH: Hampir 90 Persen Pemkot-Pemkab Kena Sanksi soal Sampah
Rabu / 22-07-2026, 09:44 WIB
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 09:43 WIB
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Fakta Baru Ricuh Final Piala Dunia 2026: Gavi Tinju Punggung Leandro Paredes
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kudeta Argentina, Timnas Indonesia Jauh di Bawah
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Nanik S Deyang Bocorkan Calon Kepala BGN Baru: Adik Saya
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Messi Tiba di Argentina dengan Pesawat Pribadi
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB







