Unilever Indonesia Sesuaikan Harga dan Hedging Hadapi Tekanan Rupiah
PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan harga produk dan melakukan efisiensi biaya untuk menghadapi tekanan pelemahan nilai tukar rupiah.
Langkah ini diumumkan pada Kamis (4/6/2026) sebagai respons terhadap lonjakan biaya bahan baku impor dan kenaikan harga energi global.
>>> Trump Janji Akhiri Perang Iran demi Kendali Kongres
Manajemen juga mengadopsi strategi lindung nilai atau hedging mata uang asing untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs terhadap beban pembelian bahan baku.
Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal mengatakan bahwa faktor nilai tukar mata uang asing menciptakan tekanan inflasi terhadap bisnis perseroan.
Meski demikian, perusahaan memiliki kegiatan ekspor yang membantu mengimbangi sebagian dampak tersebut.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyatakan bahwa penyesuaian harga akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini, terutama di kategori Home Care.
Divisi produk perawatan rumah tangga diidentifikasi sebagai lini bisnis yang paling rentan terhadap gejolak eksternal.
Perusahaan menargetkan perbaikan margin usaha yang moderat pada tahun ini dengan memprioritaskan akselerasi volume penjualan di pasar domestik.
>>> Defisit APBN Mei 2026 Terkendali, Menkeu: Kondisi Fiskal Aman
Strategi ini dijalankan melalui penetrasi pasar yang agresif serta peluncuran inovasi produk baru.
Pelemahan rupiah memberikan tekanan ganda karena menaikkan beban operasional dan biaya royalti kepada grup induk dalam denominasi dolar AS.
Analis menyarankan Unilever mempercepat substitusi bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 40-45 persen dari harga pokok penjualan.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menyarankan ekspansi ke segmen value-for-money dan optimalisasi digital commerce yang masih tumbuh double digit.
Di sisi lain, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo memperingatkan bahwa ketahanan keuangan akan diuji jika pelemahan rupiah dan kenaikan biaya berlangsung lebih lama.
Saat ini KISI Sekuritas merekomendasikan hold saham UNVR di target harga Rp2.100, sementara Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy pada rentang Rp1.730 hingga Rp1.750 per saham.
Update Terbaru
Hakim Keluarkan Perintah Penahanan 14 Hari untuk Merger Paramount-Warner Bros.
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Peringatan Tornado untuk Empat County di Iowa Utara Dicabut
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Minnesota Twins Hadapi Cleveland Guardians dalam Empat Pertandingan
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Jeana Keough Didiagnosis Kanker Lidah, Keluarga Minta Dukungan
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
Marvel Akui Kegagalan Film Reboot Blade yang Tertunda
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
Cuaca Ekstrem Ancam Amerika Serikat Bagian Timur Laut dengan Panas dan Banjir
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
5 Tips Terbaru Naik Rank Cepat di Free Fire Season Ini
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Auto Booyah! Trik Rahasia Pro Player Free Fire yang Wajib Kamu Tahu
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Berhenti Beli Ponsel Flagship Setelah Sadar Kebutuhan Sebenarnya
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Mengapa Galaxy Z Fold 8 Wide Lebih Menarik daripada Fold 8 Ultra
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Sheriff Ubah Aturan Pengejaran Kendaraan Polisi Metro Las Vegas
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
FBI Sita Lebih dari 700 Drone Ilegal Selama Piala Dunia FIFA
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
Alix Earle vs. Gigi Gorgeous: Siapa yang Lebih Hot di Bikini?
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
Hiu Putih Besar 3 Meter Mendekati Anak-Anak yang Berenang di Pantai California
Rabu / 22-07-2026, 02:29 WIB







