Pelaku usaha menegaskan langkah ini bukan permintaan subsidi, melainkan dorongan membuka ruang komunikasi demi kesepakatan harga ideal di kisaran US$ 7 hingga US$ 9 per MMBTU.

"Jika harga gas bisa di kisaran US$ 7 hingga US$ 9 per MMBTU, industri Indonesia masih dapat bersaing dengan Malaysia dan Thailand," ujarnya.

Pertahanan tarif di level US$ 15 per MMBTU diprediksi menekan utilisasi pabrik, menggerus daya saing nasional, dan memperlebar peluang masuknya produk asing.

"Kami siap duduk bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik.

>>> Telkomsel Integrasikan Tiga Pilar Keberlanjutan ke Strategi Bisnis Utama

Yang terpenting adalah bagaimana industri dalam negeri tetap tumbuh, menyerap tenaga kerja, serta terus berinvestasi," tutup Edy.