Pelaku industri telekomunikasi terus menjadikan agenda keberlanjutan sebagai fondasi strategi bisnis utama.

Langkah ini diambil untuk memastikan operasional berjalan lebih efisien dan berkelanjutan di tengah lonjakan konsumsi data masyarakat.

>>> Timnas Indonesia Bantai Oman 3-0 di Garuda Championship

Telkomsel mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan agenda keberlanjutan melalui berbagai program nyata.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa perusahaan aktif mendorong pertumbuhan niaga yang selaras dengan peningkatan dampak positif di seluruh lini operasional.

"Kami telah dan akan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya," ujarnya, Jumat (5/6).

Tiga Pilar Keberlanjutan

Rencana strategis tersebut diwujudkan melalui tiga pilar gerakan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, serta Jaga Bumi.

Melalui pilar Jaga Cita, operator seluler ini memperluas keterjangkauan digital dengan mengoperasikan lebih dari 293.000 BTS di seluruh Indonesia.

Ekspansi tersebut mencakup penyediaan jaringan di lebih dari 360 desa yang sebelumnya blank spot.

Hingga 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pengguna IndiHome B2C.

Pengembangan ekosistem digital dipercepat lewat pelatihan bagi sekitar 90.000 pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda.

>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di Garuda Championship

Langkah internal turut diperkuat dengan peningkatan kapabilitas teknologi cerdas seperti AI, keamanan siber, dan data science.

Pilar Jaga Data diaplikasikan melalui penguatan sistem keamanan informasi yang mengacu pada standar ISO. Sementara itu, pilar Jaga Bumi berfokus pada penghematan operasional dan minimalisasi jejak karbon lingkungan.

Hal ini diwujudkan lewat pemanfaatan energi terbarukan pada 361 BTS yang menggunakan tenaga surya serta mikrohidro.

Perusahaan juga menerapkan sistem pengelolaan sampah elektronik dengan metode daur ulang, penggunaan kembali, dan perbaikan perangkat.

Seluruh wadah kartu SIM saat ini telah diproduksi menggunakan bahan ramah lingkungan. Telkomsel juga merealisasikan penanaman lebih dari 12.000 pohon mangrove untuk menyeimbangkan emisi karbon operasional.

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz F. M.

Hendropriyono, mengingatkan pentingnya peran sektor usaha dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

Menurutnya, korporasi yang berhasil menyatukan prinsip keberlanjutan ke dalam rencana bisnis akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat ke depan.

>>> Pemprov DKI Apresiasi Astra Dorong Karyawan Naik Transportasi Umum

"Perubahan iklim adalah tantangan yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan," katanya.