Selain itu, Indonesia membuka peluang kerja sama dalam pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk digitalisasi layanan logistik, peningkatan keselamatan transportasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor transportasi.

AHY menilai Rusia memiliki pengalaman dan kapasitas teknologi yang kuat dalam bidang transportasi, logistik, manufaktur, rekayasa infrastruktur, dan industri maritim.

>>> Timnas Indonesia Bantai Oman 3-0 di Garuda Championship

Kerja sama Indonesia-Rusia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi, transfer teknologi, pengembangan industri strategis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Modernisasi Sektor Maritim dan Keberlanjutan

Selain sektor transportasi dan logistik, Indonesia membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang kemaritiman.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia terus mendorong modernisasi pelabuhan, penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan industri galangan kapal, serta peningkatan efisiensi rantai pasok nasional.

Konektivitas maritim memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dan mendukung integrasi kawasan.

Peningkatan konektivitas laut, termasuk penjajakan rute pelayaran langsung antar pelabuhan utama, dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia, Rusia, dan kawasan Eurasia.

"Tujuan kami adalah menciptakan mobilitas manusia dan logistik yang lebih efisien guna membuka potensi ekonomi baru di seluruh wilayah Nusantara," tegas AHY.

AHY menekankan bahwa pembangunan konektivitas harus berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan.

Indonesia terus mendorong pengembangan transportasi rendah karbon, efisiensi energi, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kerja sama yang dibangun harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas layanan transportasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, maupun peningkatan daya saing ekonomi.

"Bagi Indonesia, yang terpenting bukan sekadar membangun hubungan antarnegara, tetapi memastikan setiap kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar AHY.

Pemerintah berharap kemitraan yang semakin erat antara Indonesia, Rusia, dan negara-negara Eurasia dapat memperkuat konektivitas kawasan, meningkatkan investasi, memperluas transfer teknologi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi semua pihak.

>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di Garuda Championship

SPIEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan Rusia dan negara-negara Eurasia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang infrastruktur, transportasi, logistik, energi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.