Hampir semua anak di bawah lima tahun pernah mengalami fase mogok makan atau gerakan tutup mulut (GTM). Kondisi ini sering membuat orangtua khawatir terhadap asupan nutrisi anak.

Penyebab GTM sangat beragam, mulai dari tekstur makanan yang tidak cocok, aroma asing, hingga rasa mual dan nyeri perut.

>>> Vidio Siarkan Pertarungan Aman Koboi vs Sun Go Kong di Byon Madness 4

Kesalahan mengidentifikasi penyebab dapat membuat penanganan tidak efektif.

Pemeriksaan medis oleh dokter merupakan langkah paling akurat untuk memastikan penyebab anak mogok makan. Namun, orangtua bisa mencermati beberapa indikasi awal dari perilaku harian anak.

Perilaku Anak Setelah Menolak Makan

Menurut dr. Miza dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Jakarta Selatan, orangtua perlu mengamati reaksi anak setelah piring makanan disingkirkan.

Jika penolakan karena tidak suka menu, anak biasanya tetap lapar dan mencari makanan lain.

>>> Ditjen Pajak Periksa 32 Perusahaan Sawit Terkait Dugaan Pidana

Anak yang rewel minta menyusu atau buah menandakan saluran pencernaannya normal. Sebaliknya, jika anak tetap tenang dan tidak mencari pengganti, kemungkinan ada masalah pada saluran cerna.

Rasa tidak nyaman seperti perut begah atau penumpukan gas dapat mematikan nafsu makan anak. Peradangan usus juga bisa memicu mual saat makanan padat masuk mulut.

Balita yang mogok makan karena masalah pencernaan cenderung bersikap tenang dan kembali bermain tanpa mencari asupan kalori.

>>> Keamanan dan Manfaat Sperma Masuk Kandungan saat Hamil 2 Bulan

Jika pola ini berlangsung terus, orangtua disarankan segera berkonsultasi ke dokter untuk menghindari malnutrisi.