Aktivitas perdagangan barang global mulai kehilangan momentum.

Indeks Goods Trade Barometer Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tercatat turun ke angka 101,7, dari posisi 102,3 pada Januari.

>>> Yaman Tekuk Lebanon dan Lolos ke Piala Asia 2027

Meskipun menurun, angka tersebut masih berada di atas level dasar 100. Hal ini menunjukkan volume perdagangan internasional tetap tumbuh di atas tren normal.

Barometer WTO digunakan untuk memproyeksikan arah perdagangan global dalam jangka pendek, yakni dua hingga tiga bulan ke depan.

Nilai di atas 100 menandakan potensi penguatan, sedangkan di bawah 100 mengindikasikan pelemahan.

Konflik di Timur Tengah turut berdampak negatif pada arus perdagangan dunia. Namun, tekanan itu mampu diredam oleh tingginya permintaan komponen elektronik untuk kecerdasan buatan (AI).

Lonjakan kebutuhan teknologi AI membuat indeks komponen elektronik melonjak ke level 105,5, jauh di atas tren normal.

>>> Slank Rilis Album Republik Fufufafa dalam Format CD, Kaset, dan Vinyl

Sebaliknya, indeks komoditas bahan baku pertanian justru sedikit di bawah tren perdagangan.

Sektor logistik masih mencatat pertumbuhan, meski tidak secepat periode sebelumnya. Indeks angkutan udara berada di posisi 102,2, sementara indeks pengiriman kontainer tercatat 102,4.

WTO dalam laporannya menyebutkan bahwa berbagai indikator menunjukkan tanda-tanda ketahanan dan mengindikasikan pertumbuhan perdagangan barang global yang relatif stabil.

Proyeksi Perlambatan Ekonomi Global

Pada Maret 2026, WTO memprediksi ekspansi perdagangan barang global tahun ini melambat menjadi 1,9%. Angka ini turun signifikan dibandingkan capaian pertumbuhan 2025 yang mencapai 4,6%.

WTO juga memperingatkan potensi perlambatan yang lebih dalam jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah berlanjut. Hal itu dapat memicu lonjakan harga energi dan mengganggu jalur transportasi internasional.

>>> Timnas Indonesia Targetkan Putus Rekor Buruk Lawan Oman di FIFA Matchday

Situasi geopolitik yang tidak menentu diproyeksikan menambah beban pada rantai pasok dunia. Meski demikian, permintaan terhadap produk pendukung AI tetap menjadi pilar penopang utama perdagangan sepanjang tahun ini.