Performa operasional MINE tetap stabil dengan estimasi EBITDA kuartal I 2026 mencapai Rp210,6 miliar. EBITDA margin diperkirakan sekitar 31%, mengindikasikan profitabilitas solid pada bisnis inti.

Alfred menilai valuasi saham MINE masih menarik dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sekitar 3,6 kali dan price to book value (PBV) sebesar 0,9 kali.

Ia menyebut potensi dividend yield untuk tahun buku 2026 bisa di atas 8%.

Kombinasi ekspansi usaha, penguatan likuiditas, penurunan utang, dan profitabilitas yang terjaga menunjukkan kualitas fundamental MINE yang semakin kokoh.

Hal ini juga tercermin dari kemampuan emiten membagikan dividen meskipun baru satu tahun tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Alfred menutup dengan pernyataan bahwa perusahaan yang mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat neraca memiliki profil risiko lebih sehat.

>>> BPKN: Label Less Sugar Masih Jadi Jebakan Batman bagi Konsumen

Faktor ini menjadi perhatian investor dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.