Platform pengembangan perangkat lunak GitLab memangkas sekitar 14 persen tenaga kerjanya, setara 350 karyawan.

Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk meningkatkan investasi infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI).

>>> WHO: Keracunan Makanan Sebabkan 1,5 Juta Kematian per Tahun

Kebijakan perampingan ini dilakukan seiring rencana penghentian operasi GitLab di 22 negara dan penyederhanaan manajemen. Biaya restrukturisasi diperkirakan mencapai 30 juta hingga 35 juta dolar AS.

Tekanan besar kini dihadapi infrastruktur pengembang perangkat lunak akibat kehadiran AI agentic yang mampu beroperasi secara mandiri.

Untuk mengatasi beban kerja yang melonjak, sistem internal perusahaan akan dibangun ulang.

Fokus pada Pembangunan Ulang Sistem

Manajemen GitLab menyatakan akan melakukan pembangunan ulang sistem untuk mendukung pertumbuhan hingga 100 kali lipat seiring meningkatnya penggunaan AI.

>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum di Piala Dunia 2026

Hal ini diungkapkan oleh perwakilan perusahaan dalam keterangan resmi yang dihimpun TechCrunch.

Untuk merealisasikan rancangan ulang infrastruktur, GitLab tengah menjalin kerja sama dengan sebuah laboratorium AI yang dirahasiakan namanya.

Perusahaan juga berniat mengembangkan sistem penghubung aplikasi (API) yang dioptimalkan untuk AI agent, context layer, alat kolaborasi, serta fitur tata kelola terintegrasi.

Meskipun terjadi pengurangan staf, pertumbuhan bisnis GitLab tetap positif.

>>> IHSG Anjlok ke Level 5.692 Akibat Tekanan Jual Investor Asing

Pendapatan kuartal pertama tahun fiskal 2026 mencapai 264 juta dolar AS, naik 23 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan margin kotor 88 persen.