Hal itu disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

"Khususnya pertambangan, baik yang lama maupun yang baru, itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal.

Ini kita akan menggunakan contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas, itu kan ada cost recovery, ada gross split.

Mungkin pola-pola itu yang akan kita coba exercise untuk bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta," kata Bahlil.

Bahlil menargetkan pendapatan negara yang lebih tinggi melalui penataan ini. "Tetap konsesi, tetapi kita akan mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbang dengan negara.

>>> OJK: BOPO Modal Ventura Masih di Atas 90 Persen per April 2026

Dan negara harusnya akan mendapatkan porsi yang lebih besar," ujarnya.