PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana membagikan dividen interim termin pertama pada kuartal II 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan kinerja perusahaan yang solid pada periode Januari hingga Maret 2026.

>>> OJK: BOPO Modal Ventura Masih di Atas 90 Persen per April 2026

Manajemen BCA telah memaparkan agenda pemanfaatan laba bersih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026.

Direksi menyatakan bahwa pembagian dividen interim tahun buku 2026 dapat dilakukan hingga tiga kali secara berkala setiap kuartal, tergantung kondisi keuangan perusahaan.

Melalui kesepakatan dengan Dewan Komisaris, direksi akan menggulirkan dividen interim tahap awal sebesar Rp20 per lembar saham. Keputusan ini didukung oleh fondasi keuangan internal yang sehat.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan bahwa pembagian dividen interim pertama untuk tahun 2026 telah mempertimbangkan posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, pengembangan bisnis, dan kualitas aset yang terjaga.

Hendra juga menyampaikan bahwa rencana pembagian dividen interim selanjutnya diperkirakan akan dibagikan dengan jumlah nominal yang sama, sepanjang kondisi keuangan memungkinkan.

Pihaknya berterima kasih atas kepercayaan pemegang saham sehingga BCA mampu membukukan kinerja positif hingga tiga bulan pertama 2026.

"Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026 ini.

>>> Cara Menghitung Denda Keterlambatan Iuran BPJS Kesehatan

Hal ini menjadi terobosan baru bagi perseroan dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham," jelas Hendra dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit BCA tercatat tumbuh 5,6% secara tahunan (yoy) dengan total Rp994 triliun.

Ekspansi kredit ini ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai Rp1.089 triliun, naik 11,2% (yoy).

Laba bersih perseroan beserta entitas anak mencapai Rp14,7 triliun pada kuartal pertama.

Alokasi dividen interim termin pertama akan diakumulasikan dalam perhitungan dividen final tahun buku 2026. Pembayaran dividen final baru akan dieksekusi setelah mendapat persetujuan RUPST yang digelar pada 2027.

Di sisi lain, saham BBCA di pasar modal justru melemah.

Pada penutupan sesi perdagangan, harga saham BBCA turun 350 poin atau 6,45% ke level Rp5.075 per lembar.

>>> Fresh Graduate Hadapi Pasar Kerja Tersulit Jelang Paruh Kedua 2026

Volume transaksi saham BBCA mencapai 572,6 juta lembar dengan frekuensi 98.350 kali. Total nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp3 triliun.