Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan fundamental pasar modal Indonesia tetap terjaga dengan baik pada Jumat (5/6/2026).

Hal ini disampaikan meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan volatilitas belakangan ini.

>>> Sarwendah Bantah Sindir Ruben Onsu Lewat Video Viral

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa sejumlah indikator utama masih menunjukkan performa kuat.

Nilai transaksi harian dan likuiditas pasar tercatat pada level tinggi.

Rata-rata spread antara bid dan ask berada di posisi rendah sebesar 1,5% sepanjang Mei 2026.

Selain itu, akumulasi laba bersih seluruh emiten pada kuartal I/2026 tumbuh di atas 21% secara tahunan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 80% dari total perusahaan tercatat membukukan keuntungan. Emiten LQ45 mencatat rata-rata kenaikan laba bersih mencapai 29,9%.

>>> Pangeran Mateen Diangkat Jadi Menteri Luar Negeri Brunei

"Tentu di tengah dinamika dan tekanan pasar tersebut, kami juga dapat menyampaikan bahwa secara fundamental pasar modal Indonesia dan kinerja emiten secara umum tercatat masih menunjukkan angka-angka yang baik," kata Hasan Fawzi.

OJK mengimbau investor untuk tetap rasional dalam mengambil keputusan investasi. Evaluasi terhadap data historis, proyeksi masa depan, dan konsensus kinerja emiten perlu dilakukan secara cermat.

Untuk meredam volatilitas, OJK bersama SRO (BEI, KPEI, dan KSEI) menerapkan langkah stabilisasi.

Langkah tersebut meliputi relaksasi buyback saham tanpa RUPS, penyesuaian parameter trading halt, batas auto rejection bawah (ARB), serta penundaan dan pelarangan praktik short selling.

>>> Blind Spot Data Operasional Ancam Sektor Manufaktur

Regulator juga memperkuat market surveillance untuk menjamin keteraturan dan transparansi perdagangan. OJK mengintensifkan koordinasi dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna memitigasi risiko eksternal.