Kisah Ibu di AS Lahirkan Bayi dengan Sindrom Goldenhar Langka
Seorang ibu di Amerika Serikat, Leah Ragan, membagikan kisahnya melahirkan anak perempuan yang didiagnosis dengan sindrom Goldenhar, kelainan bawaan langka yang memengaruhi perkembangan wajah.
Kondisi ini sangat jarang terjadi, dengan hanya sekitar 50 kasus yang tercatat di dunia sejak tahun 1718, seperti dilansir dari HaiBunda pada Jumat (5/6/2026).
>>> IHSG Ambrol 4,20 Persen, Pengamat Sebut Ada Krisis Kepercayaan Pasar Domestik
Masalah pertama terdeteksi saat Ragan menjalani USG pada usia kehamilan 24 minggu. Dokter menemukan adanya bibir sumbing pada bayinya.
"Tiba-tiba saja dokter berkata, 'Oh, dan ada bibir sumbing'. Ketika saya mengatakan jantung saya berdebar kencang, saya tidak berbohong," kata Leah Ragan.
Ragan sempat mencari informasi sendiri di internet, yang justru memicu kekhawatiran karena banyak peringatan tentang risiko keguguran spontan.
Namun, dokter meyakinkannya bahwa kondisi tersebut tidak serius dan ia hanya memiliki septum uterus parsial.
Ketakutan Ragan berlanjut hingga proses persalinan sulit pada usia kehamilan 37 minggu. Saat pertama kali menggendong bayinya, ia menyadari adanya kelainan fisik lain.
"Saya mengangkat topinya dan ternyata telinganya hilang, hanya sebagian kecil cuping telinga.
Ibu saya langsung memeluk saya dan mulai menghibur saya, tetapi jujur saja, itu bukan hal yang paling saya khawatirkan.
>>> Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp203,7 Triliun per Mei 2026
Saya hanya ingin dia bahagia," ungkapnya.
Dokter kemudian mendiagnosis bayi tersebut dengan mikrotia, yaitu kondisi telinga luar tidak berkembang, serta mikroglosia yang ditandai dengan lidah sangat kecil.
Untuk menunjang pertumbuhan, anak tersebut kini bergantung pada selang makan untuk mendapatkan nutrisi dan menggunakan alat bantu dengar khusus yang ditanamkan pada tulang.
"Di awal perjalanan, saya sangat takut akan disabilitas mental atau bahkan kualitas hidup, tetapi semua ketakutan itu telah hilang.
Dia telah mencapai hampir setiap tonggak perkembangan, dan saya menikmati kehidupan sebagai ibu dari seorang gadis yang cantik dan luar biasa," kata Leah Ragan.
Menurut Cleveland Clinic, sindrom Goldenhar menyerang 1 dari 3.000 hingga 5.000 bayi lahir dan umumnya memengaruhi area mata, telinga, serta tulang belakang.
>>> OJK Wajibkan Fintech Lending Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar
Para ahli mengaitkan kelainan ini dengan perubahan kromosom pada embrio, dan faktor risiko lainnya termasuk diabetes gestasional yang tidak diobati selama kehamilan.
Update Terbaru
Veda Ega Pratama Jaga Posisi Lima Besar Moto3 Hungaria 2026
Jumat / 05-06-2026, 17:36 WIB
Sony Siap Hadirkan FlexStrike untuk Pasar Teknologi Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 17:36 WIB
Pemerintah Kaji Ubah Skema Bagi Hasil Tambang Minerba
Jumat / 05-06-2026, 17:36 WIB
Meta Bangun Tenda Raksasa untuk Percepat Infrastruktur AI di Ohio
Jumat / 05-06-2026, 17:36 WIB
BCA Siap Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026
Jumat / 05-06-2026, 17:36 WIB
OJK: BOPO Modal Ventura Masih di Atas 90 Persen per April 2026
Jumat / 05-06-2026, 17:32 WIB
Cara Menghitung Denda Keterlambatan Iuran BPJS Kesehatan
Jumat / 05-06-2026, 17:31 WIB
Dishub DKI Jakarta Kembali Gelar Car Free Day di Rasuna Said
Jumat / 05-06-2026, 17:28 WIB
Fresh Graduate Hadapi Pasar Kerja Tersulit Jelang Paruh Kedua 2026
Jumat / 05-06-2026, 17:28 WIB
5 Cara Mudah Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan yang Lupa atau Hilang
Jumat / 05-06-2026, 17:28 WIB
WhatsApp Kembangkan Fitur AI untuk Deteksi Otomatis Penipuan di Android
Jumat / 05-06-2026, 17:27 WIB
Pemerintah Sentralisasikan Ekspor Komoditas SDA Strategis Lewat BUMN
Jumat / 05-06-2026, 17:27 WIB
DJP Targetkan Penerimaan Pajak 2026 Tumbuh 20,5 Persen
Jumat / 05-06-2026, 17:26 WIB
Cara Mendapatkan Layanan Cuci Darah Gratis dengan BPJS Kesehatan
Jumat / 05-06-2026, 17:24 WIB






