Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 245 poin atau 4,2 persen ke level 5.594,7 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Penurunan tajam ini dipicu oleh kombinasi tekanan sentimen eksternal global dan kondisi internal pasar keuangan dalam negeri.

>>> Heboh Loker Uji Nyali Rp8,4 Juta di Bekasi, Komunitas Horor Jepang Annyaobake Dituding Jalankan Modus Penipuan

Total nilai transaksi di bursa saham hari ini mencapai Rp31,42 triliun. Sebanyak 115 saham menguat, 656 saham melemah, dan 188 saham stagnan.

Volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 34,71 miliar saham dengan frekuensi 2,15 juta kali.

Seluruh Sektor Terkoreksi

Pelemahan melanda seluruh sektor saham pada penutupan pasar. Penurunan terdalam terjadi di sektor transportasi sebesar 5,97 persen.

Sektor energi melemah 5,73 persen, sektor perindustrian turun 5,72 persen, dan sektor infrastruktur merosot 5,3 persen.

Sektor teknologi terkoreksi 4,88 persen, properti 4,02 persen, barang konsumen non-primer 3,79 persen, dan barang konsumen primer 3,72 persen.

Sektor keuangan melemah 3,36 persen, barang baku 2,49 persen, dan kesehatan turun 1,91 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pergerakan melemah IHSG seiring tekanan sentimen eksternal dan internal.

Faktor eksternal dipengaruhi melemahnya bursa regional Asia akibat ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran yang rapuh.

>>> Putri Kusuma Wardani Tersingkir dari Indonesia Open 2026

Pelaku pasar juga mencermati laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir 2026.

Faktor internal yang menekan IHSG adalah depresiasi nilai tukar rupiah yang berlanjut dan kekhawatiran arus modal keluar.

Investor juga khawatir adanya peninjauan kembali status pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Meski indeks melemah tajam, sejumlah saham mencatat lonjakan harga 8-14 persen. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) naik 14,71 persen ke Rp117.