Pemerintah Indonesia memastikan ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hambatan rantai pasok global akibat ketegangan geopolitik internasional.

Saat ini persediaan pupuk di tingkat nasional tercatat 1,19 juta ton. Jumlah itu terdiri dari 825.000 ton pupuk bersubsidi dan 367.000 ton non-subsidi.

>>> John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjamin pasokan tahun ini dapat menyokong target swasembada pangan. "Tahun ini insyaallah pupuk kita aman.

Kita siapkan 9,8 juta ton, sebanyak 9,5 juta ton untuk tanaman padi dan sisanya untuk ikan," ujarnya.

Total alokasi pupuk bersubsidi sepanjang 2026 mencapai 9,84 juta ton. Sektor pertanian mendapat porsi terbesar 9,55 juta ton, sementara sektor perikanan mendapat 295.000 ton.

>>> OJK Catat Pembiayaan Pergadaian Tumbuh Capai Rp157 Triliun

Hingga periode berjalan, penyerapan pupuk bersubsidi telah melebihi 4 juta ton. Angka itu hampir separuh dari total kuota tahunan.

Pemerintah mengintensifkan pengawasan distribusi langsung di lapangan. "Saya diperintahkan oleh Presiden untuk keliling dan memastikan betul pupuk aman bagi petani," kata Zulkifli Hasan.

>>> Jacob Roulstone Gantikan Mario Aji di Moto2 GP Hongaria

Selain menjaga volume pasokan, pemerintah memotong rantai birokrasi dan menyederhanakan regulasi pengurusan pupuk bersubsidi. Efisiensi ini diharapkan mempermudah akses petani, mendongkrak produktivitas, dan menekan impor komoditas pangan strategis.