PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat keandalan operasional dan ketahanan bisnis melalui optimalisasi infrastruktur energi nasional.

Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan energi domestik yang terus berkembang sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja perseroan.

>>> PP 24/2026 Terbit, Ekspor SDA Strategis Kini Satu Pintu Lewat Danantara

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan fokus utama manajemen adalah pemanfaatan fasilitas yang telah terbangun untuk memberikan nilai tambah jangka panjang.

"Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang," ujar Fajriyah.

Hingga kini, PGN mengelola aset senilai USD 6,2 miliar dengan bentangan pipa melebihi 33.000 kilometer.

Jaringan gas bumi hilir yang terintegrasi ini melayani lebih dari 825 ribu pelanggan dari berbagai sektor, termasuk rumah tangga, komersial, industri, hingga pembangkit listrik.

Dominasi PGN di pasar domestik tercermin dari penguasaan 91% pangsa pasar niaga gas bumi nasional.

Ekspansi Proyek Strategis dan Integrasi Jaringan

Ekspansi konektivitas energi terus dipacu melalui pengerjaan proyek-proyek strategis baru, termasuk perluasan jaringan gas rumah tangga dan peningkatan utilisasi fasilitas energi eksis di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN mendapat kepercayaan mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II.

Keberadaan pipa transmisi ini diproyeksikan memperkuat pasokan gas antarwilayah, khususnya bagi sektor industri di Jawa bagian barat.

>>> Timnas Oman Siap Tampil Serius Lawan Indonesia di FIFA Matchday

Ketahanan pasokan jangka panjang juga diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis dalam beberapa tahun terakhir.