PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memastikan tidak akan menutup gerai Alfamart setelah kemunculan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Manajemen AMRT menyatakan kehadiran koperasi tersebut belum memberikan dampak material terhadap kinerja operasional maupun pasokan produk ritel perseroan.

>>> Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp7,85 Triliun per Maret 2026

Pernyataan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

"Hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasional Perseroan yang disebabkan oleh kehadiran KDMP.

Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP," ungkap manajemen AMRT.

Perusahaan tetap fokus melayani konsumen dengan menyediakan produk yang sesuai kebutuhan. Strategi tersebut dijalankan dengan mempertahankan harga kompetitif serta meluncurkan program promosi yang relevan bagi pelanggan.

>>> Cara Beli Tiket Nobar Indonesia vs Oman di CGV, Harga Mulai Rp75 Ribu

Hubungan kerja sama secara resmi antara Alfamart dan pengelola KDMP tercatat belum terjalin hingga saat ini.

Meski demikian, perseroan optimistis terhadap peluang pertumbuhan pasar ritel Indonesia yang masih memiliki potensi besar, khususnya di wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Dampak Positif Koperasi Desa Merah Putih

Inisiatif pembentukan KDMP dipandang positif oleh Alfamart sebagai langkah memperkuat sektor ekonomi di pedesaan.

Manajemen menilai perbedaan model bisnis, segmentasi, dan target pasar dari setiap pelaku usaha justru akan saling melengkapi dalam memenuhi keperluan masyarakat.

>>> Daftar Redeem Code Fish It Roblox Juni 2026 Terbaru dan Cara Klaim

Untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan ritel, AMRT menerapkan strategi berupa ekspansi usaha di tingkat regional serta digitalisasi layanan.