Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, secara resmi mengundang CEO Nvidia, Jensen Huang, untuk memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat.

Pemanggilan ini dijadwalkan pada 11 Juni 2026.

>>> Amazfit Resmi Luncurkan Balance 3 dan Balance Ultra, Ini Spesifikasinya

Langkah tersebut diambil di tengah pengawasan ketat pemerintah AS terhadap strategi bisnis dan kebijakan ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) Nvidia ke China.

Surat undangan resmi telah dikirimkan dengan tenggat konfirmasi kehadiran hingga Senin, 8 Juni 2026.

Pemerintah AS khawatir dominasi chip Nvidia dapat disalahgunakan oleh China untuk memperkuat militer dan sistem pengawasan internal mereka.

Warren menilai penjualan teknologi canggih ini berpotensi memberikan risiko besar yang melemahkan keamanan jangka panjang negara.

>>> LG Luncurkan Vacuum Cleaner Nirkabel CordZero A9 Air di Indonesia

"Orang China pada dasarnya membeli produk kita, dan perusahaan Amerika meraup keuntungan dari sana. Namun, hal itu jelas merusak keamanan jangka panjang kita," tegas Warren.

Warren menjelaskan bahwa kecemasan ini semakin mendesak karena pasokan produk semikonduktor tersebut diduga kuat mengalir ke sektor pertahanan China.

Selain fokus pada isu pertahanan, ia juga mengusulkan penerapan pajak cukai bagi pusat data untuk mendanai sektor sosial bagi warga yang terdampak disrupsi teknologi.

>>> Putri Kusuma Wardani Tersingkir di Perempat Final Indonesia Open 2026

Hingga saat ini, pihak Nvidia belum memberikan pernyataan atau respons resmi mengenai undangan pemanggilan dari Komite Perbankan Senat tersebut.