Sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara berhasil mengungkap tabir sejarah masa lalu tata surya.

Batuan ruang angkasa ini menyimpan bukti definitif pertama mengenai keberadaan sebuah dunia kuno seukuran Bulan yang telah lama hilang.

>>> Aktor Top Gun: Maverick James Handy Tewas Ditikam Anak Kekasih

Planet purba tersebut diperkirakan pernah eksis hanya beberapa juta tahun setelah tata surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Penemuan ini memberikan pandangan baru bagi para peneliti mengenai evolusi benda langit.

Meteorit seberat sekitar 454 gram yang ditemukan pada 2019 ini diberi nama Northwest Africa (NWA) 12774.

Para ilmuwan mengklasifikasikan batuan ini sebagai angrite, salah satu jenis meteorit vulkanik tertua dan paling langka di tata surya.

Dari lebih dari 80.000 meteorit yang pernah ditemukan di Bumi, hanya 68 di antaranya yang tergolong sebagai angrite.

Keunikan utama angrite terletak pada kandungan kimianya yang berbeda dari planet berbatu lain.

Berbeda dari Bumi, Mars, atau planet berbatu lainnya, jenis meteorit ini mengandung sangat sedikit silika.

Bahan dasar pasir tersebut biasanya melimpah pada kerak planet, sehingga para ilmuwan sempat berasumsi bahwa angrite berasal dari asteroid kecil.

Namun, asumsi tersebut terpatahkan setelah tim peneliti dari University of Colorado Boulder menganalisis NWA 12774.

Di dalam batu tersebut, mereka menemukan kristal mineral klinopiroksen yang sangat kaya akan aluminium.

Komposisi ini merupakan tanda kuat bahwa batuan tersebut terbentuk di bawah tekanan yang sangat masif.

Melalui rekonstruksi laboratorium, tim peneliti mendapati bahwa mineral tersebut membutuhkan tekanan setidaknya 17,5 kilobar untuk dapat terbentuk.

Sebagai perbandingan, tingkat tekanan tersebut setara dengan lebih dari 17 kali lipat tekanan di dasar Palung Mariana, titik terdalam di samudra Bumi.