>>> Lonjakan Harga DDR5 Dorong Perakit PC Kembali ke Platform DDR4

Tekanan sebesar ini mustahil dihasilkan di dalam asteroid kecil.

Selain itu, kristal di dalam meteorit ini masih mempertahankan pola kimia dan tepi yang tajam.

Karakteristik ini menandakan bahwa mineral tersebut terbentuk di kedalaman yang relatif dangkal, bukan di bagian dalam inti planet yang sangat panas.

Agar tekanan sebesar 17,5 kilobar bisa tercapai di kedalaman dangkal, maka objek induk tempat batu ini berasal haruslah berukuran sangat besar.

Berdasarkan perhitungan tersebut, dunia yang hilang itu diperkirakan memiliki radius lebih dari 1.800 kilometer.

Ukuran tersebut membuatnya sebanding dengan Bulan dan mendekati ukuran planet Mars. Fragmen ini menjadi saksi bisu keberadaan objek raksasa masa lalu.

"Sangat luar biasa untuk membayangkan bahwa dulu pernah ada dunia sebesar ini," kata Aaron Bell, ilmuwan kebumian di University of Colorado Boulder sekaligus penulis utama studi tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Kita hanya tahu dunia itu pernah ada karena beberapa fragmennya kebetulan mendarat di Bumi."

Kehancuran Protoplanet Akibat Tabrakan Kosmik

Mengenai akhir dari nasib protoplanet tersebut, para peneliti menduga objek raksasa ini hancur akibat tabrakan kosmik dahsyat.

Peristiwa destruktif seperti ini memang sering terjadi di masa awal pembentukan tata surya.

Fragmen hasil tabrakan tersebut kemungkinan besar tersebar di luar angkasa. Serpihan itu kemudian ikut menjadi bahan baku pembentukan planet berbatu lainnya, termasuk Bumi.

Penemuan ini sekaligus membuka pandangan baru mengenai keberagaman jalur evolusi planet. Karakteristik materi penyusun objek tersebut terbukti berbeda dengan karakteristik planet yang ada sekarang.

>>> Konser Ramah Lingkungan Lebih dari Sekadar Bebas Plastik dan Pilah Sampah

"Bahan-bahan yang membentuk objek induk angrite ini secara fundamental berbeda dari bahan penyusun Bumi dan Mars," jelas Bell.