Kekhawatiran soal umur baterai dan biaya penggantian yang mahal masih menghantui calon pembeli kendaraan elektrifikasi. Padahal, masa pakai komponen ini tergolong panjang jika dirawat dengan benar.

Menurut Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, usia pakai baterai kendaraan ramah lingkungan bisa melampaui masa kepemilikan pertama.

>>> Penjualan Ritel Daihatsu Mei 2026 Melonjak 25 Persen

Ketahanan baterai sangat dipengaruhi oleh jenis teknologi dan pola perawatan.

Kendaraan hybrid dan mobil listrik generasi lawas dengan baterai nikel umumnya bertahan sekitar delapan tahun. Namun, dengan pemeliharaan rutin, durasinya bisa diperpanjang.

"Kalau mobil EV atau hybrid yang masih pakai nikel itu rata-rata usianya delapan tahun. Tapi kalau melakukan perawatan rutin, bisa tembus 11 tahun sampai 12 tahun," kata Yogig.

Sejak 2017, mayoritas produsen hybrid beralih ke baterai lithium. Sementara mobil listrik modern banyak mengadopsi Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang lebih efisien.

"Kalau untuk tahun 2017 sampai sekarang rata-rata beberapa mobil hybrid sudah pakai lithium. Sementara mobil EV banyak yang sudah pakai LFP.

Usianya lebih panjang, paling tidak bisa tembus 10 tahun," ujar Yogig.

Perawatan Sistem Pendingin Menjadi Kunci Utama

Meski teknologi terus berkembang, usia baterai tetap bergantung pada kebiasaan pemilik. Menjaga kinerja sistem pendinginan baterai adalah aspek paling krusial.

Pada mobil hybrid, sistem pendingin baterai memanfaatkan sirkulasi udara dingin dari kabin. Oleh karena itu, AC harus dinyalakan untuk menjaga suhu baterai tetap stabil.

>>> Enam Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2026

"Kalau di mobil hybrid itu harus menyalakan AC juga. Karena pendingin baterainya mengambil udara dingin dari AC kabin untuk mendinginkan baterai," kata Yogig.