Jika baterai dibiarkan terlalu panas dalam waktu lama, performa dan usia pakainya akan menurun drastis.

Berbeda dengan hybrid, mobil listrik murni menggunakan sistem pendingin berbasis cairan (coolant) atau sistem khusus yang terhubung dengan AC.

Mekanisme yang berbeda ini memerlukan perawatan spesifik. Untuk tipe yang memakai coolant, penggantian cairan pendingin secara berkala menjadi agenda wajib.

"Kalau yang pakai coolant, sebaiknya rutin ganti coolant sekitar setiap 40.000 kilometer," ujar Yogig.

Bagi mobil listrik dengan sistem pendingin berbasis AC, pengawasan terhadap komponen penunjang sirkulasi menjadi prioritas. Pemilik harus memastikan kualitas freon dan oli kompresor tetap terjaga.

"Kalau yang menggunakan AC, freon dan oli kompresor juga harus diganti supaya pendinginan tetap maksimal dan usia baterai bisa lebih panjang," kata Yogig.

>>> Pemerintah Wajibkan Campuran Etanol 5% pada BBM Mulai Semester II 2026

Perawatan pada sektor pendinginan sering dianggap remeh oleh sebagian pengguna kendaraan elektrifikasi. Padahal, komponen pendingin memegang peran vital dalam melindungi kesehatan jangka panjang baterai.