"Jika hanya memiliki bisnis panel surya, hal itu tidak akan membantu pertumbuhan perusahaan karena margin keuntungan sangat kecil.

Itulah sebabnya kami memulai bisnis penyimpanan energi," kata Gao.

>>> Jadwal Kapal PELNI KM Pangrango Maluku 5-28 Juni 2026: Rute Ambon hingga Saumlaki

Data Ember menunjukkan ekspor panel surya China hanya tumbuh 4,7% pada 2025, laju paling lambat sejak 2018.

Analis Rystad Energy, Fei Chen, memperkirakan pertumbuhan ekspor Mei-Desember akan lebih rendah dari empat bulan pertama tahun ini.

Sebaliknya, ekspor baterai penyimpanan energi diproyeksikan melonjak 30% menjadi 150 GWh pada 2026.

Produsen panel surya China kini memasuki pasar yang didominasi CATL dan BYD.

Namun, mereka optimistis bersaing berkat rantai pasok dan kemampuan menawarkan solusi terintegrasi panel surya dan penyimpanan energi.

Trina Solar menyebut integrasi tersebut menjadikan bisnis penyimpanan energi sebagai kurva pertumbuhan kedua.

Pengiriman produk penyimpanan energi Trina Solar pada kuartal I-2026 meningkat lebih dari empat kali lipat, dengan 90% untuk ekspor.

CATL memperkirakan bisnis penyimpanan energi akan menyumbang sekitar 50% dari total penjualan global pada 2030, naik dari sekitar 25% saat ini.

LONGi juga menonjolkan integrasi panel surya dan penyimpanan energi di SNEC. Konsultan Wood Mackenzie menilai tren ini mencerminkan perubahan pola pembelian pelanggan global.

"Saat membeli sistem tenaga surya dan penyimpanan energi, Anda menjalin hubungan jangka panjang dengan perusahaan untuk 20 tahun ke depan," kata Kepala Riset Rantai Pasok Surya Wood Mackenzie, Yana Hryshko.

"LONGi dan JA masuk ke bisnis penyimpanan energi karena pelanggan tidak lagi membeli panel surya dari satu produsen dan sistem penyimpanan dari produsen lain.

>>> Rudi Garcia Cadangkan Romelu Lukaku di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Dalam dua tahun ke depan, kita tidak akan lagi membicarakan energi surya tanpa penyimpanan energi," tambahnya.