Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound dan mencatat penguatan terbesar di Asia pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Berdasarkan data Investasi, mata uang Garuda bertengger di level Rp 18.017 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09.24 WIB.

>>> Pemerintah Wajibkan Campuran Etanol 5 Persen pada BBM Mulai Semester II 2026

Apresiasi tersebut setara dengan kenaikan 0,18 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 18.049 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah 0,08 persen ke posisi Rp 18.062 per dolar AS, namun perlahan berbalik menguat.

Pergerakan Mata Uang Asia

Pasar uang Asia bergerak bervariasi hingga pukul 09.24 WIB. Peso Filipina berada satu tingkat di bawah rupiah dengan kenaikan 0,13 persen.

>>> Prabowo Soroti Porsi Ayam MBG, Ini Bedanya Potongan 8, 12 dan 14 Bagian

Yen Jepang terkerek 0,04 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan anjlok 0,82 persen.

Ringgit Malaysia ambles 0,5 persen, baht Thailand tertekan 0,08 persen, dan dolar Taiwan tergelincir 0,07 persen.

>>> Bocoran Xiaomi 18: Layar 2K dan Baterai 7.800 mAh

Dolar Singapura turun 0,05 persen, sementara yuan China melemah tipis 0,01 persen.