Presiden Prabowo Subianto menyoroti ukuran lauk ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan bahwa satu ekor ayam sebaiknya tidak dipotong terlalu banyak agar porsi yang diterima anak-anak tetap sesuai standar.

>>> Bocoran Xiaomi 18: Layar 2K dan Baterai 7.800 mAh

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat rapat konsolidasi dengan ribuan mitra MBG di Sentul, Bogor. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas asupan protein bagi penerima manfaat program.

"Kalau potong lebih dari 14, dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa," kata Prabowo dikutip dari detikcom, Jumat (5/6/2026).

Dalam industri kuliner dan katering, terdapat berbagai standar pemotongan ayam. Mulai dari potongan dua, empat, delapan, hingga 14 bagian, masing-masing memiliki kegunaan tersendiri.

Perbedaan Potongan Ayam

Potongan delapan bagian menjadi standar umum di restoran dan katering. Satu ekor ayam menghasilkan dua dada, dua paha atas, dua paha bawah, dan dua sayap.

Ukuran potongan delapan dianggap ideal untuk satu porsi makan. Potongan ini banyak digunakan untuk menu ayam goreng, opor, gulai, hingga ayam rica-rica.

>>> AAJI Catat Klaim Surrender Asuransi Jiwa Turun 30,4% pada Kuartal I-2026

Pada potongan 10 hingga 12 bagian, dada ayam dibagi lebih kecil. Model ini dipakai rumah makan dan katering karena menghasilkan lebih banyak porsi, serta bumbu lebih cepat meresap.

Potongan 14 hingga 20 bagian lazim untuk katering dan program makan massal.

Bagian dada dapat dibagi empat hingga enam, sayap dipisahkan kecil-kecil, dan tulang punggung dimanfaatkan untuk menu berkuah.

Semakin banyak potongan, semakin kecil ukuran lauk per penerima.

>>> IHSG Anjlok 1,62% ke 5.745 pada Jumat Pagi, Sektor Keuangan Paling Tertekan

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan mitra MBG agar tidak memotong ayam secara berlebihan demi menjaga kualitas porsi protein.