Mantan Pejabat Keamanan Siber Gugat IBM dan AT&T Terkait Peretasan
Mantan pejabat keamanan siber IBM, William Barlow, mengajukan gugatan terhadap IBM dan AT&T.
Ia menuduh kedua perusahaan menyembunyikan insiden peretasan sistem komputer oleh peretas asing dari pemerintah Amerika Serikat.
>>> UGM Temukan Gas Hidrogen Tinggi Pemicu Api Misterius di Sleman
Gugatan pelapor internal ini diajukan sejak tahun 2020 di pengadilan federal New York. Kasus ini baru dipublikasikan pada minggu pertama Juni 2026 setelah pemerintah federal menolak campur tangan.
Barlow, yang menjabat sebagai VP threat intelligence IBM, menuduh kedua raksasa teknologi itu gagal mengungkapkan serangan siber selama bertahun-tahun.
Ia juga menuding mereka memberikan jaminan keamanan palsu demi mempertahankan kontrak federal senilai miliaran dolar.
Infrastruktur cloud milik IBM yang dioperasikan bersama jaringan inti AT&T diduga telah disusupi berulang kali oleh peretas yang didukung pemerintah China.
Kelompok peretas APT 10 disebut sebagai salah satu pelaku.
Penyelidikan internal menemukan lebih dari 50.000 potensi serangan APT 10 antara tahun 2013 dan 2016.
Pada tahun berikutnya, hampir 400 akun dan 200 sistem di 18 negara berhasil diretas.
>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 5 Juni 2026: 14 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Tanggapan IBM dan AT&T
Juru bicara IBM, Adam Pratt, menyatakan bahwa pengaduan ini diajukan enam tahun lalu dan Departemen Kehakiman AS menolak campur tangan.
Ia menegaskan IBM yakin seluruh operasional telah sesuai dengan hukum.
Sementara itu, AT&T memilih tidak memberikan respons atas permintaan komentar. Kedutaan Besar China di Washington juga tidak menanggapi pertanyaan terkait kasus ini.
Pengacara Barlow, Jason T. Brown, menyatakan pihaknya akan menangani perkara ini secara agresif.
Ia menekankan bahwa perusahaan tidak boleh menjual layanan keamanan kepada pemerintah jika internalnya sendiri bermasalah.
Dalam dokumen gugatan, Barlow mengklaim ditekan oleh eksekutif untuk melunakkan laporan internal dan menghilangkan detail peretasan dari regulator.
>>> Kurs Rupiah 5 Juni 2026 Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Ia juga mengaku sempat ditanyai pejabat NSA mengenai serangan China, namun diperintahkan manajemen untuk menghindari pertanyaan tersebut.
Update Terbaru
Truk Impor China Ancam Industri Karoseri Nasional, Banyak Usaha Gulung Tikar
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Film Animasi Garuda Di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Bertepatan Piala Dunia
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Chen Yu Fei Hentikan Langkah Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Makna Spiritual dan Praktik Ayat Summum Bukmun Umyun dalam Kehidupan
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Cara Mudah Sedekah Subuh dari Rumah, Tak Perlu ke Masjid
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Kemendikdasmen Umumkan Rata-rata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin Kedua hingga September 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB
Panduan Urutan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB
AS Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk Indonesia, Ini Respons Pemerintah
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB
Timnas Jepang Protes Fasilitas Latihan Buruk di Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:00 WIB
Telkom Luncurkan Alcosystem untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 12:00 WIB






