UGM Temukan Gas Hidrogen Tinggi Pemicu Api Misterius di Sleman
Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mendeteksi kandungan gas hidrogen berkadar tinggi di Padukuhan Kasuran, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta.
Penemuan ini menjadi titik terang atas fenomena kemunculan api misterius yang sempat meresahkan warga setempat.
>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 5 Juni 2026: 14 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Hasil riset telah dipaparkan dalam rapat koordinasi penanganan lanjut bersama Gegana Polda DIY, BPBD, dan UPN Veteran Yogyakarta.
"Dari riset beberapa hari terakhir, kami menemukan bahwa gas yang menjadi sumber api konfirm terbaca oleh alat deteksi sebagai gas hidrogen," ujar perwakilan tim peneliti Fakultas Teknik UGM, Sarju Winardi, Jumat (5/6/2026).
Pengamatan tim di lapangan menunjukkan adanya anomali panas di sekitar area rumah warga dalam skala kecil.
Karakteristik gas hidrogen yang massanya lebih ringan dari udara membuatnya mudah melayang dan bergerak bebas di alam.
Gas ini diduga kuat terbentuk dari proses fermentasi material organik atau limbah oleh bakteri di dalam tanah.
Gas yang dihasilkan kemudian masuk ke pori-pori tanah hingga perlahan lepas ke permukaan.
>>> Kurs Rupiah 5 Juni 2026 Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
"Karena fasenya lebih ringan dari udara, gas ini melayang lalu terjebak di dalam material rumah tangga yang bersifat porous, seperti kain, spons, sofa, dan barang sejenisnya.
Ketika terakumulasi dalam jumlah cukup, gas yang sangat sensitif ini dapat tersulut oleh pemicu kecil, seperti suhu udara yang panas atau listrik statis," jelas Sarju.
Sebelumnya, warga setempat digegerkan oleh kemunculan percikan api tiba-tiba yang menghanguskan sejumlah perabotan rumah tangga.
Titik api yang awalnya hanya berada di satu rumah kini dilaporkan telah menyebar ke beberapa rumah hingga area pekarangan warga sekitar.
Fenomena kemunculan api spontan bawah tanah biasanya sering dikaitkan dengan gas metana (CH4) dari lahan gambut atau tempat pembuangan akhir.
>>> BNI Targetkan Bebas Emisi Karbon pada 2028 dan 2060
Namun, temuan gas hidrogen murni (H2) dari fermentasi limbah bakteri di Sleman ini menjadi kasus yang unik secara geologis dan tata lingkungan.
Update Terbaru
7 HP Oppo RAM 8GB Terbaru 2026: Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
IHSG Anjlok ke 5.692,15, Saham Bank Raksasa Jadi Pemicu
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Film Colony Tembus 4 Juta Penonton di Korea Selatan
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
BPK Temukan Potensi Kerugian PT BTN Rp1,33 Triliun Akibat KPR Bermasalah
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Truk Impor China Ancam Industri Karoseri Nasional, Banyak Usaha Gulung Tikar
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Film Animasi Garuda Di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Bertepatan Piala Dunia
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Chen Yu Fei Hentikan Langkah Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Makna Spiritual dan Praktik Ayat Summum Bukmun Umyun dalam Kehidupan
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Cara Mudah Sedekah Subuh dari Rumah, Tak Perlu ke Masjid
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Kemendikdasmen Umumkan Rata-rata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin Kedua hingga September 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB






