Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan di zona hijau.

Pada Jumat (5/6/2026) pukul 9.01 WIB, IHSG naik 6,7 poin atau 0,11% ke level 5.846.

>>> IHSG Rebound ke 5.844,661 pada 5 Juni 2026, Disokong Sektor Barang Baku

Pergerakan ini berbanding terbalik dengan bursa Asia yang mayoritas melemah.

KOSPI dan KOSDAQ Korea Selatan, TW Weighted Index Taiwan, NIKKEI 225 Jepang, Shenzhen Composite China, Hang Seng Hong Kong, serta Straits Times Singapura semuanya dibuka di zona merah.

Dalam lima menit pertama perdagangan, volume transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai 2,8 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat Rp2,43 triliun dengan frekuensi 215.796 kali.

Sebanyak 220 saham menguat, 276 saham melemah, dan 187 saham stagnan.

Proyeksi dan Sentimen Pasar

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas hari ini. Tekanan jual masih berlanjut akibat rendahnya kepercayaan investor dan berbagai rumor di pasar domestik.

Rentang pergerakan diperkirakan antara support 5.813 dan resistance 6.060. Minimnya katalis positif dan ketidakpastian pasar membatasi ruang gerak indeks.

Pasar juga mencermati pergerakan rupiah dan rilis data Nonfarm Payrolls AS yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Saham pilihan BRI Danareksa adalah MDKA dan TINS.

Phintraco Sekuritas menyoroti pengesahan UU P2SK yang memberi wewenang kepada Danantara menerbitkan obligasi khusus.

Patriot Bond dan Merah Putih Bond dirancang untuk mendanai proyek strategis nasional tanpa membebani APBN.

>>> Pemerintah Berpotensi Naikkan Porsi DMO Batu Bara Menjadi 30 Persen

Danantara juga berencana menerbitkan surat utang global US$5 miliar dengan peringkat Baa2 outlook negatif dari Moody's.

Dari eksternal, penutupan Selat Hormuz memicu guncangan inflasi global.