Metals Focus: Harga Emas Dunia Diproyeksi Tembus US$ 4.920 per Troy Ounce pada 2026
Analis di Metals Focus memproyeksikan harga emas dunia akan kembali melonjak ke level rata-rata US$ 4.920 per troy ounce di sisa tahun 2026.
Proyeksi ini didorong oleh kuatnya permintaan investor dan ketidakpastian geopolitik global.
>>> Mendag Buka Opsi Barter dengan Filipina Atasi Gejolak Rupiah
Lembaga konsultan logam mulia yang berbasis di London itu mencatat performa positif emas sudah terjadi sejak periode sebelumnya.
"Harga emas melonjak tajam pada 2025 sebesar 44%, kinerja terbaiknya sejak tahun 1980," kata Matthew Piggott, direktur emas dan perak di Metals Focus.
Piggott menjelaskan terdapat sejumlah faktor utama yang terus mendorong pergerakan positif harga komoditas ini di pasar global.
"Faktor-faktor pendorong harga emas sejak tahun 2025 tetap sama: ketidakpastian kebijakan AS yang berkelanjutan, kekhawatiran tentang prospek jangka panjang dolar, risiko geopolitik yang meningkat, dan valuasi ekuitas yang tinggi," ungkapnya.
Bersama-sama, faktor-faktor ini memperkuat peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi portofolio.
Pasokan dan Permintaan Emas Global
Melalui laporan Gold Focus 2026, Metals Focus memperkirakan total pasokan emas global akan meningkat sebesar 3,1% tahun ini.
Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan moderat produksi tambang serta sektor daur ulang.
>>> DPR dan Pemerintah Sahkan Revisi UU PPSK, Perkuat Mandat BI
Sebaliknya, total permintaan diprediksi menurun 2,3% karena pelemahan konsumsi perhiasan dan penurunan pembelian oleh bank sentral.
Meskipun demikian, investasi emas fisik berupa batangan dan koin tetap kuat hingga melampaui komponen perhiasan untuk pertama kalinya.
Metals Focus memproyeksikan produksi tambang emas naik 2,4% menjadi 3.907 ton tahun ini dari rekor 3.817 ton pada 2025.
Terkait tekanan harga akibat pergeseran ekspektasi suku bunga dan konflik bersenjata di Iran, konsultan tersebut menilai dampaknya hanya sementara.
"Terlepas dari hambatan-hambatan ini, kami yakin bahwa, setelah perang di Iran mereda, emas akan melanjutkan kenaikannya," tulis Metals Focus dalam laporannya.
Pihak konsultan juga menegaskan bahwa kondisi fundamental pasar masih akan sangat mendukung tren penguatan komoditas ini ke depan.
>>> IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Akibat Minim Katalis Positif
"Yang terpenting, semua faktor lain yang mendukung emas tahun lalu kemungkinan akan tetap ada selama sisa tahun 2026 dan seterusnya," Metals Focus menekankan.
Update Terbaru
Prabowo Subianto Pantau Program Prioritas BPI Danantara
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Harga Emas Dunia Turun Menuju Kerugian Mingguan Akibat Ketegangan Geopolitik
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Daftar 38 Titik SPKLU di Medan Tahun 2026, Lengkap dengan Tipe Daya
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Review MG S5 EV: SUV Listrik Modern yang Nyaman untuk Harian
Jumat / 05-06-2026, 10:12 WIB
Amazon Luncurkan Robot Gudang Berbasis AI di Inggris
Jumat / 05-06-2026, 10:11 WIB
Baskin Robbins Diskon 50% untuk Mini Ice Cream Cake via Allo Paylater
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
PLAVE Siapkan Tur Dunia 2026 dan Putar Film Konser di CGV
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
PHK Sektor Teknologi AS Tertinggi dalam Dua Tahun, Dipicu Belanja AI
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
Kementerian ESDM Kaji Skema Gross Split untuk Tambang Minerba
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
Honor Magic V6 Resmi Meluncur di Malaysia, Ponsel Lipat Tertipis di Dunia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
AS Kenakan Bea Masuk Tambahan 10 Persen untuk Ekspor Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
Honor Magic V6 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Tertipis di Dunia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
Thomas Tuchel Gandeng Miami United untuk Persiapan Timnas Inggris
Jumat / 05-06-2026, 10:04 WIB
Tembok Kotoran Tetangga Bikin Rumah Warga Australia Sulit Laku
Jumat / 05-06-2026, 10:04 WIB






