Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Minimnya katalis positif dan tingginya ketidakpastian di pasar domestik menjadi faktor utama.

Laju indeks saham tertekan oleh kelanjutan aksi jual dari perdagangan sebelumnya. Maraknya berbagai rumor di tengah rendahnya kepercayaan investor turut mempengaruhi sentimen pasar.

>>> Target Produksi Minyak 2026: Masih Jauh, Banyak Tantangan

Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG melemah 1,7 persen ke level 5.839.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,43 triliun di pasar reguler.

Pasar modal domestik saat ini mencermati pergerakan nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar juga menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) yang diperkirakan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

>>> Perusahaan Nikel China Mulai Bidik Proyek Investasi di Luar Indonesia

Analis pasar modal mencatat bahwa posisi indeks sempat membaik pada sesi kedua perdagangan sebelumnya. Penguatan saham-saham di sektor metal dan pertambangan menjadi penopang utama.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan cenderung bergerak terbatas dengan rentang support di 5.813 dan resistance di 6.060.

Rekomendasi trading untuk hari ini diarahkan pada saham MDKA dan TINS.

Sementara itu, bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi.

>>> Kejaksaan Agung Usut Dugaan Mark Up Motor Listrik Emmo JVH Max

Dow Jones Industrial Average menguat 1,73 persen ke 51.561,9, S&P 500 naik 0,41 persen ke 7.584,3, namun Nasdaq Composite melemah 0,086 persen ke 26.830,9.