Kinerja keuangan perusahaan juga masih menunjukkan pertumbuhan.

Pendapatan bersih MIDI pada kuartal I/2026 mencapai Rp5,88 triliun, naik 6,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih bahkan tumbuh 39,50% menjadi Rp265,57 miliar.

Direktur Finance MIDI Suantopo Po menilai fundamental perusahaan masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan hingga akhir tahun.

"Kami berupaya agar kinerja tahun 2026 dapat tumbuh secara moderat dibandingkan tahun 2025. Fundamental perseroan masih cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut," katanya.

Sementara itu, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) memandang KDMP sebagai bagian dari dinamika baru industri ritel yang justru berpotensi memperkuat daya beli masyarakat di lapisan bawah.

Direktur RANC Hady Purnama mengatakan koperasi desa dan ritel modern tidak berada dalam posisi saling meniadakan karena melayani kebutuhan konsumen yang berbeda.

"Bagi RANC kehadiran koperasi desa kami sikapi dengan cermat tetapi optimistis berpotensi memperkuat daya beli masyarakat di tingkat menengah ke bawah.

Pada akhirnya hal itu justru dapat memperluas basis konsumen ritel modern secara keseluruhan," ujarnya.

Menurut dia, karakteristik layanan, segmen pelanggan, dan pengalaman berbelanja yang ditawarkan masing-masing format usaha membuat keduanya dapat berkembang secara komplementer.

"Kami percaya koperasi desa dan ritel modern dapat berjalan berdampingan secara komplementer, bukan saling menggantikan," katanya.

Sejalan dengan itu, RANC tetap melanjutkan ekspansi secara selektif. Perseroan mengalokasikan belanja modal Rp130 miliar untuk pembukaan toko baru, renovasi gerai, serta peremajaan peralatan.

Tahun ini RANC menargetkan pembukaan empat gerai baru.

Tiga gerai telah beroperasi pada kuartal pertama, sedangkan satu gerai tambahan dijadwalkan dibuka di Jakarta pada Juni 2026.

Optimisme serupa juga terlihat dari respons sejumlah emiten lain yang telah dimintai penjelasan oleh Bursa Efek Indonesia.