Analis riset Wall Street memproyeksikan divisi kecerdasan buatan (AI) milik SpaceX akan mengalami pertumbuhan pendapatan hingga 100 kali lipat pada akhir dekade ini.

Langkah tersebut dilakukan guna mendukung target valuasi perusahaan sebesar US$1,8 triliun menjelang penawaran umum perdana (IPO).

>>> Veda Ega Pratama Melesat ke Posisi Empat Klasemen Moto3 2026

Para firma keuangan di Wall Street mengadakan pertemuan dengan calon pembeli saham pada Kamis pagi, 5 Juni 2026, untuk memaparkan ketentuan pencatatan saham dari perusahaan besutan Elon Musk tersebut.

SpaceX yang berbasis di Starbase, Texas, kini memulai proses pemasaran IPO senilai US$75 miliar dengan harga penawaran US$135 per saham.

Pertumbuhan finansial ini diprediksi akan menjadi salah satu debut terbesar sepanjang sejarah pasar saham Amerika Serikat.

Tim riset Evercore ISI memperkirakan divisi AI SpaceX mampu mencetak penjualan sebesar US$755 miliar pada tahun 2031, melonjak tajam dari raihan tahun lalu yang hanya sebesar US$3,2 miliar.

Total pendapatan SpaceX juga diproyeksikan melampaui US$1 triliun pada periode tersebut setelah membukukan nilai US$18,7 miliar pada 2025.

Di sisi lain, analis dari Goldman Sachs Group Inc. menetapkan target pendapatan total perusahaan menyentuh US$474 miliar pada 2030, dengan kontribusi sektor AI mencapai hampir US$322 miliar setelah melonjak 100 kali lipat.

Evercore memperkirakan total pendapatan SpaceX pada 2030 akan berada di angka US$486 miliar dengan porsi pendapatan AI sebesar US$331 miliar.

>>> GAPPRI Tolak Rencana Kemasan Rokok Polos dalam Rancangan Permenkes

Berdasarkan data firma tersebut, porsi divisi AI diprediksi meningkat dari kurang dari seperlima pendapatan menjadi 74 persen pada 2031, sementara bisnis ruang angkasa menyusut hingga tersisa 1 persen.