Kedua firma tersebut memproyeksikan unit konektivitas internet satelit SpaceX akan mendongkrak penjualan menjadi lebih dari US$140 miliar pada 2030 dari posisi US$11,4 miliar tahun lalu.

Sementara itu, divisi roket diperkirakan menghasilkan sekitar US$8 miliar pada 2030, naik dua kali lipat dari penjualan tahun lalu sebesar US$4,1 miliar.

Aktivitas finansial ini juga diiringi dengan proyeksi lonjakan belanja modal SpaceX yang diperkirakan melebihi US$360 miliar pada 2030.

Goldman Sachs mengategorikan SpaceX dalam kelompok yang sebanding dengan korporasi raksasa seperti Nvidia Corp. dan Tesla Inc., bersama perusahaan antariksa AST SpaceMobile Inc. serta Rocket Lab Corp.

Pihak perwakilan dari Goldman Sachs dan Evercore ISI menolak memberikan komentar mengenai rincian angka proyeksi tersebut, sedangkan juru bicara SpaceX belum memberikan respons.

Perusahaan bernama resmi Space Exploration Technologies Corp.

>>> Pasar Saham Indonesia Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah

ini dijadwalkan menetapkan harga resmi IPO pada 11 Juni 2026 dan akan melantai di Nasdaq serta Nasdaq Texas dengan simbol SPCX.