Meskipun volume penjualan turun, harga jual rata-rata emas MDKA melonjak 76 persen menjadi US$ 4.841 per oz dengan margin tunai meningkat 128 persen menjadi US$ 4.156 per oz.

Biaya produksi All-in Sustaining Costs (AISC) termasuk royalti dan produksi perak berada di angka US$ 1.065 per oz.

Untuk komoditas tembaga dari tambang Wetar, produksi tercatat 2.112 ton atau turun 11 persen, dengan volume penjualan 1.923 ton atau turun 44 persen.

Harga jual rata-rata tembaga Wetar mencapai US$ 12.588 per ton dengan margin tunai US$ 5.975 per ton.

Citi memberikan rekomendasi beli untuk saham MDKA dengan target harga Rp 5.100, mencerminkan potensi kenaikan 105 persen dari harga saat ini.

Panduan produksi TB Gold tahun 2026 mencapai 80-90 ribu oz, dengan biaya tunai US$ 1.150-1.250 per oz dan AISC US$ 1.900-2.050 per oz, di luar royalti dan biaya produksi perak.

>>> Bukan Telur, Ini Menu Sarapan yang Memicu Kolesterol Tinggi

Target produksi tembaga sepanjang tahun ini berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 ton, dengan biaya tunai US$ 2,8 sampai US$ 3,5 per pound.