PT Bumibaru Indonesia Jaya berhasil mentransformasi lahan terdegradasi yang tidak produktif menjadi kawasan perkebunan bernilai komersial.

Perusahaan melaporkan keberhasilan proyek percontohan di Tangkiling, Kalimantan Tengah, melalui Annual Report 2025.

>>> Astronacci Proyeksikan Rupiah Berpotensi Melemah hingga Rp18.775 per Dolar

Proyek yang berjalan sejak September 2023 ini memproduksi lebih dari 307.000 kilogram pisang kepok, nanas madu, dan semangka.

Padahal, tanah di lokasi tersebut memiliki kadar pasir mencapai 94 persen.

Pendekatan Regeneratif

Kondisi awal lahan percontohan di Tangkiling masuk kategori rusak berat karena minim struktur organik dan hampir tidak memiliki daya retensi air.

Pemulihan ekosistem biologis tanah dilakukan melalui perbaikan kimia tanah dan metode pertanian regeneratif.

Hasilnya, panen berhasil dalam waktu delapan bulan.

>>> Kebijakan Pajak Baru Berpotensi Menahan Ekspansi Usaha UMKM

CEO Bumibaru, Ramavito Mountaino, menyatakan bahwa ini bukan sekadar memulihkan tanah, tetapi menciptakan aset perkebunan yang bankable dari lahan yang sebelumnya dianggap selesai diurus.

Secara finansial, skema pengembangan ini dinilai sangat layak.

Anggaran pemulihan lahan setara dengan nilai jaminan reklamasi yang disetorkan perusahaan kepada pemerintah, namun mampu memberikan peningkatan nilai aset yang melampaui biaya modal awal.

Ke depannya, perusahaan memproyeksikan pengembangan komoditas jangka panjang seperti sawit, kopi, dan kakao. Strategi ini juga dirancang terbuka untuk berbagai tipologi lahan kritis lain, termasuk kawasan hutan nonproduktif.

>>> Pupuk Kaltim Borong Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026

Saat ini, peluang investasi berbasis lahan mulai dibuka bagi investor hijau, investor iklim, penyedia solusi berbasis alam, serta korporasi agribisnis melalui platform komunikasi resmi perusahaan.