Petenis remaja Rusia Mirra Andreeva berhasil mengamankan tiket final Grand Slam pertamanya setelah menundukkan Marta Kostyuk dalam babak semifinal tunggal putri turnamen Roland Garros pada Kamis, 4 Juni 2026.

Unggulan kedelapan tersebut hanya membutuhkan waktu satu jam 16 menit untuk menyudahi perlawanan ketat lawannya asal Ukraina dengan skor akhir 6-1 dan 6-3.

>>> Timnas Indonesia U-19 Tempel Vietnam di Klasemen Piala AFF 2026

Hasil positif ini sekaligus memutus catatan buruk Andreeva yang selalu kalah dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Kostyuk pada tahun 2026, termasuk kekalahan di final Madrid saat Kostyuk mencetak rekor 17 laga tidak terkalahkan di lapangan tanah liat.

"Saya masih sangat, sangat gugup. Saya sangat gugup memasuki pertandingan ini," kata Mirra Andreeva.

Pertandingan semifinal ini diwarnai oleh performa Kostyuk yang kurang stabil karena melakukan 34 unforced errors, termasuk dua kali double faults pada game pertama set pembuka yang membuat servisnya langsung dipatahkan oleh Andreeva.

Meskipun Kostyuk sempat mendapatkan peluang break point pada game pertama di set kedua serta memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1, Andreeva yang tampil lebih tenang mampu menutup set kedua dengan kemenangan mutlak.

>>> Florentino Perez Serahkan Keputusan Masa Depan Nico Paz kepada Jose Mourinho

Andreeva menjadi satu-satunya semifinalis tunggal putri musim ini yang pernah mencapai fase empat besar di turnamen major, setelah sebelumnya ia sempat menembus semifinal Roland Garros 2024 namun kalah dari Jasmine Paolini.

"Saya sangat senang dengan cara saya bermain dan bahwa saya membalas dendam untuk final Madrid dan saya senang berada di final Grand Slam pertama saya," tutur Mirra Andreeva.

Pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung hari Sabtu, Andreeva akan berhadapan dengan pemenang dari laga antara sesama petenis Rusia Diana Shnaider melawan petenis kualifikasi asal Polandia Maja Chwalinska.

>>> Arsenal Pantau Julian Alvarez Jelang Bursa Transfer Musim Panas

Laga antara Shnaider dan Chwalinska sendiri baru akan digelar pada Kamis sore waktu setempat untuk menentukan siapa yang akan menantang sang petenis berusia 19 tahun tersebut dalam perebutan gelar juara.