Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons kabar penundaan pembelian batu bara Indonesia oleh sejumlah perusahaan asal China.

Isu tersebut beredar pada Kamis (4/6/2026) dan dikaitkan dengan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

>>> DPR Tegaskan Revisi UU P2SK Tidak Intervensi Bank Indonesia

Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan pihaknya belum menerima informasi yang jelas mengenai perusahaan mana yang melakukan penundaan, beserta volume ekspor yang terdampak.

"Saya kalau sampai sekarang, yang terkait dengan China itu, sampai sekarang belum dapat informasi yang clear betul. Perusahaan mana yang di-cancel oleh China, terus berapa kuantitas dan lain-lain.

Saya belum dapat informasi," ujarnya.

Tri menambahkan bahwa kabar tersebut ia peroleh dari media massa, bukan dari laporan resmi pelaku usaha. "Kalau kabar saya dapetnya dari media malahan," sambungnya.

Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan transisi ekspor komoditas sumber daya alam strategis secara terpusat.

Pelaksanaan pelaporan satu pintu ini dijadwalkan mulai 1 Juni 2026, dengan penerapan penuh paling lambat 1 Januari 2027.

>>> Pemerintah Alihkan Daging Dam Jemaah Haji Indonesia ke Palestina

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan mekanisme perdagangan luar negeri tetap berjalan normal selama masa transisi.

Perusahaan hanya diwajibkan melaporkan rincian aktivitas ekspor melalui sistem yang disediakan PT DSI.

"Implementasi akan berlaku mulai besok, 1 Juni 2026 yang merupakan periode transisi, di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan, namun demikian kewajiban bagi perusahaan ekspor untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui PT DSI sebagai BUMN ekspor," jelas Airlangga.

Sistem pencatatan administrasi ekspor terintegrasi dengan portal CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Pemerintah akan mengevaluasi efektivitas kebijakan ini dalam tiga bulan pertama masa transisi.

Airlangga menambahkan, "Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini, langkah implementasi telah disiapkan.

>>> Lazada Indonesia Proyeksikan Lonjakan Permintaan Belanja Jelang Liburan

Diharapkan memastikan bahwa setiap nilai ekspor strategis memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian dan diperuntukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia."