Singapura kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan.

Angka harapan hidup warganya mencapai 83,9 tahun pada 2025, menjadikannya salah satu negara dengan penduduk paling panjang umur di dunia.

>>> Jalen Brunson Cetak 38 Poin, Knicks Taklukkan Spurs di MSG

Angka ini naik 0,2 tahun dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus melampaui rekor sebelum pandemi yang sebesar 83,7 tahun pada 2019.

Tren Kenaikan Harapan Hidup

Departemen Statistik Singapura (SingStat) mencatat tren positif dalam satu dekade terakhir. Pada 2015, harapan hidup warga tercatat 82,9 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, pria memiliki harapan hidup 81,8 tahun pada 2025, naik 1,3 tahun sejak 2015.

Sementara wanita mencapai 86,0 tahun, meningkat 0,9 tahun dalam periode yang sama.

Bagi warga yang sudah berusia 65 tahun, pria rata-rata dapat hidup hingga 84,9 tahun dan wanita hingga 88,1 tahun.

>>> Raffi Ahmad Buka Suara soal Benjolan di Bahu: Lipoma Jinak, Operasi Berjalan Sukses

Rahasia Umur Panjang: Prinsip Power 9

Peneliti umur panjang Dan Buettner mengidentifikasi sembilan kebiasaan yang disebut Power 9 sebagai kunci kesehatan penduduk di wilayah Zona Biru.

Prinsip pertama adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara alami dalam rutinitas sehari-hari tanpa tekanan berlebih. Pola makan lebih banyak nabati dan berhenti saat perut terasa 80% kenyang.

Kesehatan mental dijaga dengan memiliki tujuan hidup yang jelas serta rutin melakukan aktivitas penghilang stres. Hubungan sosial yang erat dengan keluarga dan komunitas juga menjadi faktor penting.

Singapura berhasil mengadaptasi nilai-nilai Power 9 melalui pembangunan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

>>> Samsung Galaxy A17 5G atau TECNO CAMON 50, Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Harian?

Prestasi ini menjadikan Singapura sebagai Zona Biru 2.0 dan inspirasi global dalam menghadapi penuaan populasi.